Sempat Minta Berobat, Lelaki Renta Ditemukan Bunuh Diri

oleh -
ilustrasi bunuh diri
Ayo bantu cegah bunuh diri dengan peduli diri sendiri dan peduli sesama di dekat kita. Foto ilustrasi: Tribunjabar.
iklan golkar idup fitri

GUNUNGKIDUL, (KH),– Warga Kapanewon Saptosari, Gunungkidul, TS ditemukan meninggal dunia melakukan bunuh diri, Sabtu, (14/5/2022) pagi. Sebelumnya, lelaki berusia 90-an tahun itu mengeluh sakit.

Sebelum dikebumikan, petugas kepolisian Polsek Saptosari bersama petugas medis melakukan pemeriksaan terhadap jasad TS. Bersamaan polisi juga melakukan penelusuran dan meminta keterangan ke saksi-saksi.

Kapolsek Saptosari, AKP Sofyan Susanto menyampaikan, TS tinggal sebatang kara. Rumah kecil yang dihuni bersebelahan dengan rumah anaknya.

Meski dini hari, rasa sakit yang dialami memaksa TS pergi ke rumah sebelah. Ia pun minta diantar berobat. Namun, dengan alasan masih dini hari, TS akan diantar pagi harinya.

“Sepulang dari pasar, sekitar pukul 80.30 WIB saksi-saksi berniat mengantar makanan kepada TS,” kata AKP Sofyan menuturkan kronologi.

Saksi merasa heran TS belum keluar rumah atau kamar. Saat rumah dibuka, keheranan terjawab. TS ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri.

“Murni gantung diri, yang bersangkutan umum disebut mengalami ‘sakit tua’ sejak lama. Aktivitasnya cukup terganggu karena faktor usia. Penglihatan yang bersangkutan juga sudah menurun. Dia juga beberapa kali mengeluh hidup sebantang kara,” terang kapolsek. (Kandar)

***

Catatan Redaksi:

  1. Ayo bantu ringankan beban dan pulihkan keluarga terdampak bunuh diri, dan berhentilah mencemooh, mengolok-olok atau menghujat orang/keluarga penyintas dari bunuh diri. Kejadian bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan dan problema kita bersama, dapat menimpa siapa saja tanpa memandang status sosial, pendidikan, agama, jender, dan atribut-atribut lainnya.
  2. Ayo bantu cegah bunuh diri di Gunungkidul dengan cara peduli kondisi fisik dan kejiwaan anggota keluarga, sanak saudara, dan sesama. Berikan bantuan kepada sesama yang memerlukan dukungan permasalahan kejiwaan atau kesejahteraan mental.
  3. Menyambungkan sesama yang membutuhkan pertolongan problema kejiwaan dengan layanan kesehatan terdekat (Puskesmas, Klinik, Rumah Sakit) atau layanan konseling kepada pemuka masyarakat dan pemuka agama setempat dapat menjadi upaya preventif mencegah bunuh diri.

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar