Terserang Hama, Panen Kacang Hijau Petani Ngawen Buruk

oleh -
Giman, Petani Kecamatan Ngawen di perbatasan Gunungkidul-Klaten sedang memanen Kacang Hijau.
iklan dispar
Giman, Petani Kecamatan Ngawen di perbatasan Gunungkidul-Klaten sedang memanen Kacang Hijau.
Giman, Petani Kecamatan Ngawen di perbatasan Gunungkidul-Klaten sedang memanen Kacang Hijau.

NGAWEN, (KH)— Petani penanam Kacang Hijau di wilayah Ngawen mengalami kerugian. Pasalnya tanaman kacang hujau yang hendak dipanen sebelumnya terserang hama sehingga mengakibatkan hasilnya turun drastis.

Petani yang ditemui, Giman, menuturkan, karena serangan hama wereng dan ulat serta hama serangga (lembing). Akibatnya,  pada lahan seluas 3000 meter persegi itu yang biasanya mampu menghasilkan lebih dari 1 kuintal kacang hijau diprediksi hanya diperoleh 50 kilo gram saja.

“Mau bagaimana lagi, upaya penyemprotan obat sudah pernah dilakukan tetapi tidak banyak berpengaruh,” keluh Giman, Kamis, (22/9/2016).

Ia menyampaikan, menanam kacang hijau sudah rutin dilakukan sehabis musim panen padi yang ke dua. Letak tanahnya yang berada di lembah sebelah utara perbukitan karst Gunungkidul, tepatnya deretan bukit Ngawen-Semin menyediakan cukup air sehingga memungkinkan panen padi dua kali selama musim hujan.

Dikatakan, ia membeli benih kacang hijau seharga Rp. 16 hingga 18 ribu per kilo gram, sedangkan harga jualnya Rp. 12 ribu per kilo gram. Biasanya setelah hasil panenan siap untuk dijual ia membawanya ke Pasar atau pertokoan di Cawas, Klaten, Jawatengah.

Menanam kacang hijau, lanjut Giman lebih untung ketimbang kedelai. Lelakin yang tinggal di Padukuhan Tancep, Desa Tancep, Kecamatan Ngawen ini mengungkapkan, dari segi perawatan kacang hijau juga lebih efisien.

“Kacang hijau disemprot obat maksimal empat kali terkadang sudah cukup, kalau kedelai biasanya butuh 6 kali,” ulas Giman. Menanam kacang hijau telah menjadi pilihannya sejak puluhan tahun lalu, sementara petani di wilayah setempat yang lain sebagian masih memilih menanam kedelai. (Kandar)

Komentar

Komentar