Terompet Tahun Baru Minim Pembeli, Jualan Tinggal Besok

oleh -
Penjual trompet. Foto : Kandar.
kadhung tresno
Penjual trompet. Foto : Kandar.
Penjual trompet. Foto : Kandar.

WONOSARI, (KH) — Terompet menjadi salah satu pernak pernik yang lazim marak setiap pergantian tahun. Sejumlah pedagang terompet yang menjajakan dagangannya di ruas jalan sebelah timur alun-alun Pemkab Gunungkidul mengeluh lantaran minim pembeli.

Salah satu pedagang, Rismiyati menuturkan, hasil jualan tahun ini menurun drastis jika dibandingkan dengan menjelang perayaan tahun baru pada tahun lalu. Meski upaya penjualan Ia lakukan sejak pagi hingga malam hari namun hasil belum seperti yang diharapkan.

“Jualan sejak lima hari yang lalu, belum sekalipun laku lebih dari sepuluh biji,” katanya, Selasa, (30/12).

Menurutnya, cuaca menjadi salah satu penyebab menurunnya omset jualannya. Curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir membuat orang-orang enggan keluar rumah sehingga berdampak terhadap laris tidaknya Ia berjualan.

Tidak jauh berbeda dengan Rismiyati, Condro juga mengalami hal yang sama meski telah mangkal sejak seminggu yang lalu.
Terompet Rismiyati merupakan kulakan dari pembuat/ produsen terompet yang berada di wilayah Desa Karangrejek dan Desa Kepek, Wonosari. Sebagian ada yang sistem kongsi dan sebagian lain membeli dengan sistem cash tempo.

Harga terompet bervariasi tergantung model dan besar kecilnya, dari keseluruhan yang Ia jual berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu.

Warga Gari, Wonosari ini lebih khawatir lagi ketika waktu atau kesempatan menjual tinggal satu hari lagi. “Ya tinggal besok, mudah-mudahan cuaca cerah sehingga banyak pembeli untuk perayaan Tahun Baru besok malam,” harapnya. (Kandar)

Komentar

Komentar