Ternak Suspek PMK jadi 300-an Ekor, Gunungkidul belum Kebagian Vaksin Impor

oleh -
Pmk
Aktivitas di Pasar Hewan Siyonoharjo. Foto: (Dok. KH)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sapi yang supsek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin bertambah. Data yang dimiliki Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul terbaru, ternak suspek PMK menjadi 300-an ekor.

“Ternak suspek menjadi 313 ekor, terdiri dari ternak sapi dan kambing,” kata Kepala DPKH Gunungkidul, Wibawanti, Senin (20/6/2022) melalui seluler.

Dia menambahkan, vaksin untuk ternak PMK belum tiba di Gunungkidul. Adapun se-DIY baru diberi jatah 1.000 dosis vaksin yang fokus diberikan ke sapi perah.

Wibawanti mengaku tak tahu kapan Gunungkidul menerima jatah vaksin. Sebab, ketersediaan vaksin sekarang ini masih mengandalkan impor.

“Baru Agustus nanti Indonesia bikin sendiri di Surabaya,” ungkap Wibawanti.

Sejauh ini, pihaknya telah berusaha menekan angka penularan dengan berbagai metode. Diantaranya menutup pasar hewan, memperketat lalu lintas ternak, dan pemberlakuan syarat berupa kelengkapan surat keterangan kesehatan hewan bagi ternak yang hendak di bawa masuk atau keluar.

Wibawanti sebutkan, DPKH juga mengajukan anggaran penanganan PMK senilai Rp500 jutaan. Dana tersebut sedianya dimanfaatkan untuk pembelian obat-obatan dan operasional vaksinasi.

Untuk memperkecil risiko penularan seiring tingginya transaksi ternak jelang Idul Adha, dia juga meminta masyarakat agar lebih berhati-hati.

Pengelola Pasar Hewan Siyono, Playen, Gunungkidul, Isnaning beberapa waktu lalu mengutarakan, saat ini para peternak diarahkan untuk melakukan transaksi secara daring.

“Proses jual beli bisa dimulai dari WA. Group pedagang juga sudah dibuat. Transaksi dan berkumpulnya sapi di pasar sangat rentan menimbulkan penularan. Kalau transaksi di tempat sapi berada atau di rumah lebih aman,” kata Isnaning.

Tak hanya untuk negosiasi, group WA juga dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi mengenai PMK. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar