Terjadi Kongkalikong Atau Sepakbola Gajah ?

oleh -
kadhung tresno

WONOSARI, (KH) — Beberapa pengamat sepakbola di Gunungkidul merasa prihatin dengan terjadinya gol yang mencolok antara Ps. Rajawali Semanu dengan Ps. Garuda Karangrejek Wonosari, yang berlangsung ,Sabtu (15/11/2014) dengan score 8-0 untuk kemenangan Ps. Rajawali Semanu, di Lapangan Karangrejek Wonosari.

 

Pengamat sepakbola, Kelik Priyono, menyatakan prihatin melihat pertandingan tersebut. Dalam pertandingan pada babak pertama Ps. Rajawali unggul 2-0 tanpa perlawanan dari Ps. Garuda yang bermain di kandang sendiri.

 

Babak kedua Ps. Rajawali panen gol dengan menambah 6 gol. Kembali Ps. Garuda tidak menampakan semangat untuk membalas dan membuat gol. Konon ada kabar, pemain Ps. Garuda yang dipasang  bukan pemain inti, sehingga pemain Ps. Rajawali dengan mudah mencetak gol, ke gawang Ps. Garuda.

 

Dalam pertandingan tersebut, Ps. Rajawali harus mendapat 8 gol untuk menjadi juara group. Benarkah ada kong kalikong antar kesebelasan, atau praktek sepakbola gajah dalam pertandingan ini ?. Yang dapat menilai adalah penonton sendiri. Kelik Priyono merasa kasihan kepada klub lain yang sudah mempersiapkan kesebelasan dari bawah.

 

Sementara Febi, pengurus Ps. PSB Handayani kepada KH, Selasa (18/11/2014) menyatakan sudah mengirim surat  kepada pengurus untuk investigasi pertandingan antara Ps. Rajawali vs Ps. Garuda, apakah ada indikasi permainan kong kalikong.

 

Secara terpisah, Sekretaris PSSI, Trigarto yang dihubungi KH, Rabu (19/11/2014)  menyatakan, sudah menerima surat dari Ps. PSB Handayani yang ditandatangani Febi. Investigasi saya lakukan kepada petugas, termasuk wasit. Pertandingan berjalan normal,standar tanpa ada permasalahan.

 

Diakui oleh Ps. Garuda, pada saat bertanding dengan Ps. Rajawali sudah mengakui kalah sebelum bermain, karena banyak pemain yang cidera dan yang diturunkan pemain lapis kedua(cadangan). Sedangkan Ps. Rajawali dalam pertandingan tersebut menurunkan pemain inti,sehingga berhasil menggunduli Ps. Garuda 8-0.

 

Penggemar sepakbola dan pembina Ps. Barata, Sutiyono, sangat menyayangkan kalau terjadi sepakbola gajah, karena bertolak belakang dengan tujuan Kompetisi, dengan jiwa olahraga yang harus dijunjung tinggi, sportivitas, persatuan, dan kesatuan tim. Sutiyono berharap kompetisi sepakbola PSSI Gunungkidul terhindar dari Sepakbola Gajah atau Kong kalikong antar kesebelasan.(Sarwo/Tty) Gambar: gantibaju.net

Komentar

Komentar