Tarian Bregada Harga Daksina Diperankan oleh Berbagai Kalangan

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Pembukaan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) 2014 di Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (3/9/2014) salah satunya menampilkan tarian kolosal yang digarap dengan apik. Tarian yang berunsur dari kesenian jathilan ini mampu menarik perhatian para pengunjung.
Sejumlah penari perempuan memegang jaranan. Dengan kompak mereka berlenggak-lenggok sesuai garapan tari yang dirancang koreografer. Penari perempuan lainnya membawa umbul-umbul, sedangkan para penari pria memerankan kesatria yang berperang dengan atraksi salto dan gerakan lainnya.
Sri Suhartanti, sang koreografer menjelaskan, tarian kolosal bertajuk Bregada Harga Daksina ini menampilkan 200 penari yang berasal dari berbagai kalangan, seperti siswa SMA, pegiat sanggar, mahasiswa, seniman, dan bahkan umum.
“Ada 200 penari dikumpulkan. Dengan info via sms, teman, komunitas untuk diajak memberikan penampilan yang terbaik saat pembukaan FKY di Gunungkidul,” jelasnya.
Lanjut Sri, tarian kolosal yang disajikan ini tidak mengusung sebuah cerita, melainkan menampilkan sajian tari kolosal dengan mengambil unsur kesenian tradisional yaitu jatilan. Pasalnya, hampir setiap kecamatan di Gunungkidul memiliki kesenian jathilan yang berbacam-macam.
Sri menambahkan, ia memerlukan waktu sekitar 1 bulan untuk menyelaraskan gerakan para penari dari berbagai kalangan ini. Gerakan dalam tari kolosal diambil dari beberapa adegan jatilan, seperti naik jaran dan bujang ganong yang dikreasikan dengan umbul-umbul dan panji.
“Dengan hiburan berupa tarian kolosal ini diharapkan dapat memperkuat masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan kesenian tradisional. Selain itu juga sebagai wujud persatuan warga masyarakat,” tandasnya. (Mutiya/Jjw).

Komentar

Komentar