Tanjungsari: Panenan Srikaya Dinikmati Para Wisatawan

oleh -
iklan dispar
Tepus dan Tanjungsari musim panen srikaya.
Tepus dan Tanjungsari musim panen srikaya. Foto: Maryanto.

TANJUNGSARI, (KH)— Buah srikaya yang hanya panen sekali dalam setahun sudah tampak diperjual-belikan warga Tanjungsari. Deretan pedagang buah di ruas jalan raya Tepus atau Tanjungsari yang menjajakan buah ini mulai marak melayani warga dan wisatawan.

Buah ini paling mudah dijumpai di jalan raya Pantai Kukup hingga Pantai Pulang Sawal (Indrayanti). Di lokasi Jalan Baron dan jalan raya Tepus – Wonosari ada juga beberapa pedagang buah yang menyediakan srikaya.

Srikaya kebanyakan disajikan dalam wadah yang terbuat dari bambu. Dalam satu wadah ditawarkan dengan harga Rp 10-20 ribu. Isi dalam satu wadah cukup bervariasi tergantung besar kecilnya buah, ada yang berisi 10 buah hingga 15 buah.

Dalam kondisi telah matang, srikaya tak bisa bertahan lama. Dalam beberapa hari, kulit buah akan menjadi mudah lembek dan segera membusuk.

Guna mengatasi hal ini, para pedagang menjual srikaya kondisi setengah matang atau bahkan yang masih mentah dalam satu paket penjualan. Pilihan variasi ini untuk mengatasi kebusukan bila srikaya akan disimpan terlebih dahulu.

“Yang seperti ini masih mentah tapi dalam beberapa hari ke depan pasti akan matang dengan sendirinya,” ujar Sakinem sambil menunjuk tumpukkan srikaya di depannya, Minggu (1/2/20).

Sakinem, penjaja srikaya di ruas jalan raya Pantai Drini-Pantai Krakal ini mengaku telah seminggu menjual srikaya hasil panennya sendiri. Selain srikaya, hasil panennya yang turut dijajakan adalah buah sirsak dan mentimun. (Sumaryanto/Jjw).

Komentar

Komentar