Wonosari Bakal Dilengkapi Papan Informasi Elektronik

oleh -
Kantor DPRD
Kantor DPRD
Kawasan Titik Nol  Wonosari yang rencananya menjadi lokasi pemasangan papan informasi elektronik. Foto: Atmaja.

WONOSARI, (KH) — Kecamatan Wonosari rencananya akan dilengkapi dengan videotron sebagai pusat informasi pembangunan di Gunungkidul. Wacana itu disampaikan oleh Irawan Jatmiko,  Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (KAPEDAL) Kabupaten Gunungkidul.

LED display atau videotron adalah kata lain dari papan reklame digital. Varian reklame satu ini mampu memberikan nuansa kemeriahan kota-kota besar. Videotron saat ini telah menjadi suatu media ruang iklan atau papan informasi  yang lebih efektif dibanding dengan baliho atau media lain seperti spanduk.

Irawan Jatmiko menjelaskan, tujuan dari pemasangan videotron sebagai sarana bagi masyarakat Gunungkidul untuk dapat mengetahui informasi pembangunan yang ada di Kabupaten Gunungkidul.
“Harapannya, pengguna jalan yang melintas di jalur utama Wonosari dapat mengetahui informasi sembari menunggu traffic light,” katanya Senin (01/01/2015).

Pembangunan videotron masih dalam tahap perencanaan. Pihak Kapedal masih mencari lokasi yang strategis untuk didirikan sebuah videotron. Menurut Irawan, penempatan videotron sebisa mungkin dapat dilihat oleh warga dari berberapa arah; tetapi perlu diadakan pembicarakan terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait untuk pembangunan videotron.

“Untuk sementara ini kami melihat lokasi kantor DPRD yang strategis dan dapat dilihat oleh masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan adanya rencana tersebut, salah satu pengendara sepeda motor, Riyadi (53) warga Jeruk, Wonosari mengungkapkan, wacana tersebut memang baik guna memberikan informasi kepada masyarakat Gunungkidul; namun pemerintah perlu memperhatikan tujuan adanya videotron. Jangan sampai adanya videotron justru digunakan sebagai lahan bisnis, seperti iklan rokok dan lain sebagainya yang menguntungkan para pengusaha.

“Kalau dulu ada layar tancap untuk sosialisasi Keluarga Berencana (KB), Posyandu, pentingnya pendidikan (sekolah), pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan pesan sosial lain; seharusnya videotron bisa menjadi alternatif untuk menggantikan layar tancap yang saat ini tidak lagi populer di masyarakat,” katanya.

Harapannya, videotron dapat dikemas secara apik oleh pengusaha yang berinvestasi dengan pemerintah, misalnya dengan mengemas seperti acara TV. Pada malam minggu, misalnya ada pemutaran film. Terus di hari lain, ada sesi dialog dengan kepala daerah setempat, ada rubrik untuk anak, rubrik lowongan pekerjaan, tentu videotron menjadi sesuatu yang sangat berharga, dan masyarakat juga mendapatkan manfaat dari sana. Oke, ada iklan dari perusahaan yang mendanai.

“Tetapi, kalau hanya iklan yang muncul dan tidak ada sesuatu yang lain yang ditawarkan kepada masyarakat, maka keberadaan videotron pun menjadi tanpa guna,” pungkas Riyadi. (Atmaja/Tty)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar