Berkat Resep Warisan, Ayam Bacem Bu Sidas Jadi Idola

oleh -
kadhung tresno
ibu dasilah Rumah Makan Sidas
Dasilah dengan ayam bacemnya . Foto : Kandar

WONOSARI, (KH) — Warung Makan Sidas yang terkenal dengan masakan ayam bacem goreng merupakan salah satu pilihan kuliner di Gunungkidul. Keberadaan Warung makan SidasĀ  hingga saat ini merupakan keberhasilan pemilik dalam menjaga resep warisan dari ibunya.

Awalnya dibuka pertama kali sekitar tahun 1970-an oleh Arjo Lasiem. Dagangan yang dijajakan sebelumnya dawet, tahu bacem dan tempe bacem, serta masakan olahan sayuran lainnya. Dengan tetap meneruskan resep ibunya, pada tahun 1991 Dasilah melengkapi menu warungnya dengan masakan dari ayam kampung.

Dikisahkan, pembeli waktu itu masih terbatas dengan pelanggan dari orang-orang tertentu saja, seperti penjual kayu bakar, penjual daun, dan penjual sapi (blantik). Meski pembeli belum begitu ramai, warung makan yang kini dikenal dengan sebutan Sidas ini tetap menjaga pelayanan serta resep masakan yang telah diwarisi.

Seiring berjalannya waktu, dengan mengandalkan rasa dari resep masakan yang terjaga ditambah pelayanan yang baik, keberadaan warung tersebut tersiar dari mulut ke mulut sehingga di tahun 1995 banyak pegawai kantor pemerintahan serta instansi mulai ramai mengunjungi dan berlangganan.

“Saat ini kalangan pejabat di kantor Pemkab Gunungkidul banyak yang kesini; tidak pernah iklan atau menyebar brosur informasi. Rasa yang terjaga membuat pendatang berminat kembali berkunjung,” ucapnya seraya bersyukur, Minggu, (1/2).

Warung Makan Sidas berada di Padukuhan Besari, Desa Siraman, tepatnya kanan jalan sebelum perempatan pertama ‘bangjo’ jalur Paliyan-Wonosari. Harga menu ayam bervariasi, tiap potong bagian ayam berkisar antara Rp 15 hingga 30 ribu. Saat ini dirinya dibantu anaknya, karena kewalahan mengingat ramainya pengunjung.

“Sekitar seribuan tahu dan 500-an tempe habis dalam sehari. Menyiapkan bahan masakan menjelang petang dan menggorengnya saat subuh menjadi rutinitas,” ujarnya. Usaha tersebut akan terus dijalani hingga kelak akan dilanjutkan anaknya. (Kandar/Tty)

Komentar

Komentar