SMKN Tepus: Sekolah Pinggiran Lahirkan Tenaga Terampil

oleh -
iklan dispar

SMKN TepusTEPUS, (KH) — Meskipun berada di daerah pinggiran di Kabupaten Gunungkidul, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Tepus siap bersaing dengan SMK yang berada di wilayah kota. Sekolah ini terus berkomitmen menghasilkan siswa yang trampil dan siap memasuki dunia kerja.

Letak sekolah yang tidak jauh dari destinasi wisata menjadi tantangan tersendiri bagi Dra. Musidah MM.Pd, Kepala Sekolah SMKN Tepus. Musidah terus meningkatkan kompetensi siswa, salah satunya melalui kegiatan ekstra kuriikuler. Ekstra kurikuler diberikan untuk memaksimalkan waktu belajar para siswanya.

Kegiatan ekstra yang diberikan hingga sore hari tentu saja bukan tanpa alasan. Kegiatan tersebut diberikan agar siswa maksimal dalam belajar dan tidak terpengaruh dengan kegiatan kepariwisataan yang dipercaya dapat membuat siswa malas.

“Sekolah yang berada di lingkungan wisata mempunyai tanggung jawab besar, salah satunya membuat siswa tetap semangat sekolah. Jangan sampai program belajar 12 tahun belum selesai, mereka sudah terjun ke dunia pariwisata cari duit,” kata Musidah saat ditemui KH di kantornya, akhir pekan lalu.

Musidah menjelaskan, SMKN Tepus memiliki tiga program studi, antara lain Otomotif, Administrasi Perkantoran dan Teknik Elektronika. Selama 3 tahun berturut-turut, sekolah yang berdiri tahun 2008 ini mampu meluluskan siswanya dengan prosentase 100 persen kelulusan.

“Seluruh siswa SMKN Tepus berasal dari daerah selatan Gunungkidul mulai dari Tanjungsari, Giri Wungu dan Purwodadi. Tidak ada satupun siswa yang berasal dari daerah kota Wonosari dan sekitarnya,” papar Musidah.

Musidah mengungkapkan, SMKN Tepus saat ini memiliki 391 siswa. Dari jumlah siswa yang ada, diketahui satu siswa berkebutuhan khusus terdapat di sekolah tersebut; dia adalah Fiqih Junianto (18). Siswa berkebutuhan khusus ini mendapat perhatian lebih dari pihak sekolah.

Musidah mengaku, berbagai prestasi telah diperoleh SMKN 1 Tepus, diantaranya lomba Audio Video tingkat propinsi, Lomba Administrasi Perkantoran tingkat DIY serta Juara lomba beladiri. SMKN Tepus juga memiliki crosser wanita yang sudah malang melintang mengikuti berbagai kejuaraan motor cross di DIY.

“Untuk pendidikan karakter anak kita selalu terapkan program KTDJS, yakni Kebersihan, Tangungjawab, Disiplin, Jujur, Sopan santun. Pendidikan karakter ini salah satu bekal siswa untuk memasuki dunia kerja nanti,” terangnya.

SMKN Tepus memiliki 15 ruang belajar. Untuk menunjang kegiatan belajar siswa, sekolah yang terletak di Dusun Pule Gundes, Sidoharjo, Tepus memiliki Gedung Labolatorium, ruang praktik automotif dan praktek audio visual. Pada Tahun 2015 SMKN Tepus sedang membangun tambahan ruang belajar, mushola, dan pemadatan halaman sekolah.

“Ekstra kurikuler seperti mengetik, komputer dan bahasa asing juga kita gelar. Pelaksanaannya bekerja sama dengan lembaga lain. Setelah lulus dari SMK ini, siswa akan mendapat sertifikat kompetensi atau hasil ekstra tersebut,” ucapnya.

Untuk menyalurkan siswa memasuki dunia kerja, SMKN Tepus mulai merintis Bursa Kerja Khusus (BKK). Muidah mengaku, sekolah rutin melakukan monitoring kepada siswa yang telah lulus, untuk mengetahui langkah siswa setelah keluar dari SMK tersebut.

“Alhamdulilah banyak siswa lulus langsung bekerja di perusahaan; bahkan, ijazah belum keluar saja, banyak siswa yang sudah berangkat kerja,” ulas mantan guru SMKN 1itu.

Lebih lanjut Muidah mengatakan, SMKN Tepus memiliki lebih dari 20 tenaga pengajar, 16 diantaranya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Meski menjadi satu-satunya SMK yang berada di pesisir selatan Gunungkidul, SMKN Tepus terus berkomitmen membantu pemerintah menuntaskan program belajar 12 tahun. (Juju/Tty)

Komentar

Komentar