Konsep Minapolitan Membantu Kesejahteraan Warga Gedad Banyusoca

oleh -
Kolam Ikan warga Gedad. Foto:Atmaja
iklan dispar
Kolam Ikan warga Gedad. Foto:Atmaja
Kolam Ikan warga Gedad. Foto:Atmaja

PLAYEN, (KH) —  Konsep minapolitan pada dasarnya adalah konsep pengembangan wilayah yang menitikberatkan pada pengembangan komoditas-komoditas unggulan pada sektor perikanan di suatu wilayah. Konsep Minapolitan sebagai pendorong kemandirian pembangunan di daerah.

Program Minapolitan adalah program Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Gunungkidul. Ada 3 kecamatan yang mendapatkan program Minapolitan I, Kecamatan, Ponjong, Playen, dan Girisubo. untuk Desa banyusuco sudah berjalan sejak tahun 2010.

Adanya sumber mata air yang terdapat di Padukuhan Ketangi, Banyusoca dimanfaatkan oleh warga untuk meningkatkan taraf hidup kesejahteraan warga Padukuhan Ketangi dan Gedad, Banyusoca.

Sumber air yang berlimpah menjadikan 2 padukuhan tersebut menjadi sentra Desa Minapolitan. Baik warga Ketangi dan Gedad masing-masing sudah memulai program minapolitan dengan membuat minimal 2 kolam ikan di pekarangan rumah warga.

Seperti Wakijan warga padukuhan Gedad, Banyusoca yang memiliki 2 kolam ikan berukuran 4 x 12 meter. Sumber air yang ada tidak hanya digunakan untuk usaha memelihara ikan saja melainkan untuk keperluan mck keluarga Wakijan sehari-harinya. “Apalagi saat musim penghujan air semakin berlimpah, ikan yang saya pelihara adalah ikan lele dan Nila,” katanya, Senin (02/01/2015).

Program minapolitan sudah berjalan kurang lebih 3 tahun dirasakan memberi efek untuk meningkatkan perekonomian warga. Menurut Wakijan warga juga difasilitasi dengan tempat pengolahan hasil ikan dan tidak lagi kesulitan dalam hal pemasaran.

Setiap 3 bulan sekali Wakijan dapat memanen ikan kurang lebih 1- 1,5 kwintal untuk jenis ikan lele. Kalau ditotal secara keseluruhan dalam waktu 3 bulan kurang lebih penghasilan sebesar Rp. 3-3,5 juta untuk dua jenis ikan lele dan Nila. Ia menambahkan adanya sirkulasi air membuat perkembangan ikan lebih cepat dan ikan juga sehat.

Hasil panen ikan warga Gedad dikirimkan ke Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang berada di Padukuhan Gedad untuk diolah menjadi berbagai bentuk makanan olahan. Olahan tesebut dikirimkan ke beberapa kota besar dengan bantuan warga yang ada di perantauan dalam hal pemasaran.

Selain itu sebagian besar warga juga sudah berhasil melakukan pembibitan ikan. Namun pembibitan yang sudah berhasil dilakukan baru sebatas pembibitan ikan lele, gurameh dan Nila.

“Untuk ikan jenis lainnya seperti Patin, Bawal, dan lain sebagainya kami pernah mencoba namun belum behasil,” tandasnya. (Atmaja/Bara)

Komentar

Komentar