Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan, Sebuah Pohon Beringin Roboh Menimpa Bangunan

oleh -
Kondisi pohon beberapa saat usai roboh. (istimewa)
iklan idul fitri ngawu

PLAYEN, (KH),– Sebuah Resan/ pohon besar jenis Beringin yang berada di sebuah mata air di wilayah Padukuhan Gubukrubuh, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Gunungkidul, Senin (21/2/2021), sekira pukul 16.30 WIB tiba-tiba roboh. Separuh bagian batang pohon Beringin yang berusia ratusan tahun itu roboh dan menimpa  bangunan panel pompa air. Akibatnya bangunan hancur karena terkena batang pohon yang roboh.

“Cuaca sangat cerah, tidak ada angin ataupun hujan sore tadi, tahu-tahu dapat kabar pohon Resannya roboh,” ujar warga Getas, Ismail (48).

Ismail menambahkan, pohon Beringin ini sudah sejak lama hidup di kawasan mata air Tirto Mulyo. Mata air tersebut digunakan oleh sebagian penduduk Kalurahan Getas sebagai sumber air utama untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Pamuji, Lurah Kalurahan Getas menambahkan, tak jauh dari pohon itu memang terdapat rumah pompa air yang di dalamnya terdapat pompa air yang dikelola oleh Pamsimas.

“Bagian bawah batang pohon memang sudah rapuh, dan robohnya pohon tepat menimpa  bangunan rumah Pompa,” kata Pamuji.

Pamuji sendiri belum bisa menaksir secara pasti berkaitan dengan kerugian akibat robohnya pohon yang menimpa bangunan tersebut.

“Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Kira-kira ya kalau kerugian bisa sampai ratusan juta. Karena waktu sudah sore rencananya akan kami evakuasi besok,” jelasnya Senin malam.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani, Gunungkidul, Toto Sugiharto mengatakan, bahwa sebetulnya di lokasi setempat terdapat dua sumber air dengan debit yang cukup besar.

“Yang dikelola oleh Pamsimas dan dimanfaatkan oleh warga baru satu sumber, dan kebetulan yang pohonnya roboh tadi,” ujarnya.

Toto menambahkan, setelah mendapatkan informasi tadi, rencananya besok pihak PDAM akan meninjau lokasi pompa yang tertimpa pohon tumbang tersebut.

“Sekalian besok kita akan cek yang sumber satunya, karena memang  belum ada kajiannya,”, tukasnya. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar