Sunyoto,Penjual Bubur Ayam dan Nasi Gurih

oleh -
kadhung tresno

sunyoto,penjual bubur ayamPLAYEN,(KH) — Nasib orang tidak ada yang tahu, tetapi manusia diharapkan berusaha untuk menentukan nasib di kemudian hari, banyak orang sukses dimulai dari bawah atau dimulai dari Nol Besar. Karena usaha keras banyak orang yang berhasil, nasibnya baik jadi orang kaya, tetapi ada yang sudah banting tulang, mandi keringat nasibnya masih jadi buruh gendong.

Nasib Sunyoto (51) warga Klaten Jawa Tengah, yang sudah malang-melintang di Jakarta, akhirnya menetap di dusun Dawe Desa Ngawu, meneruskan usahanya jual Bubur Ayam dan Nasi Gurih, didepan toko swalayan di Playen. Ditemui KH Jumat (05/12) disela-sela melayani pembeli, Sunyoto bercerita bahwa Ia menikah dengan gadis Playen Gunungkidul, ketemu di Jakarta dan sepakat pulang kampung mengais rezeki jualan Bubur Ayam dan Nasi Gurih.

Setiap hari,Sunyoto berjualan dari jam 05.00 WIB sampai jam 07.30 WIB.Dalam sehari menghabiskan 5 kg beras untuk Nasi Gurihnya,sedang untuk bubur hanya habis 1 Kg beras, ayam 1 ekor, telor rebus 2 kg, kedelai goreng ½ kg.

Pelanggannya ibu-ibu bakul sayuran yang mau ke pasar, mampir cari sarapan pagi, warga sekitar, ada dokter, guru, PNS dan anak sekolah yang tak sempat sarapan di rumah, mampir juga ke angkring Sunyoto.

Pendapatan bersih setiap hari yang didapat Sunyoto sekitar Rp 60 ribu sampai Rp 100 ribu.” Alhamdulillah dapat untuk hidup sederhana dan membeayai 2 anak sekolah.” katanya.

Diakuinya, harga Bubur Ayam dan Nasi Gurih, ikut-ikutan naik, karena BBM naik, dari harga semula Rp 4 ribu menjadi Rp 5 ribu/porsi, nambah telor Rp 2 ribu. Pelanggan juga memaklumi dengan  kenaikan harga Bubur Ayam dan Nasi Gurih, tetap setia membeli Bubur Ayam atau Nasi Gurih di angkringan Sunyoto. (Sarwo/Bara).

Komentar

Komentar