Sumur Bor “Sumber Tirta”, Pengharapan Baru Warga Wunung

oleh -
iklan dispar
Peresmian PAMDUS Wunung. Foto: Juju.
Peresmian PAMDUS Wunung. Foto: Juju.

WONOSARI, (KH)— Masyarakat Padukuhan Wunung Desa Wunung Kecamatan Wonosari yang selalu mengalami krisis air bersih terutama pada musim kemarau merasa lega. Di wilayah mereka kini telah dibangun sumur bor bantuan dari Rumah Makan Bebek Kaleyo Jakarta dan Rumah Zakat Indonesia.

“Kami sangat bersyukur, impian warga kami memiliki sumur bur akhirnya terwujud. Sumur bur bantuan Bebek Kaleyo dan Rumah Zakat ini akan digunakan oleh 88 kepala keluarga di Padukuhan Wunung,” kata Dukuh Wunung, Sutirah usai peresmian sumur bur, Sabtu (14/2/2015).

Sementara Kepala Desa Wunung, Sumaryadi mengungkapkan, Desa Wunung memiliki 5 Padukuhan dengan jumlah Penduduk 980 Kepala Keluarga (KK). Dari Padukuhan yang ada, Padukuhan Wunung menjadi desa yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.

“Sebelumnya untuk mendapatkan air bersih warga masyarakat masih membeli dari tangki swasta dengan harga 70 ribu per tangki. Semoga bantuan air bersih ini dapat mengurangi beban masyarakat,” katanya.

Sementara Branch Manager Rumah Zakat (RZ) Indonesia, Wartinis, S. Hut mengatakan, Bebek Keleyo bersama Rumah Zakat Indonesia memberikan bantuan dana untuk membangun Sumber bur “Sumber Tirta” sebesar Rp. 8,4 Juta. Sumur bur yang sudah dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat.

“Sumur bur Sumber Tirta ini adalah jawaban doa dari bapak ibu semua. Kita berharap sumur bur ini dijaga, dan dimanfaatkan bersama-sama demi kepentinggan dan kemakmuran masyarakat,” ucapnya.

Pengelola Sumber Air Padukuhan Wunung Kuswanto dalam laporanya mengatakan, pengeboran sumur bur tersebut di kerjakan mulai 20 Januari – 7 Februari. Pembangunannya menghabiskan anggaran sekitar Rp 18 juta rupiah.

“Ada dana dari swadaya masyarakat sebesar 10 juta, kedepan kita akan berusaha sebaik mungkin dalam pengelolaan sumur ini, agar pemanfaatanya tidak menimbulkan masalah ditengah masyarakat,”tuturnya.

Salah satu warga Murjiyo mengaku sangat senang, sebab satu kebutuhan hidup berupa air dapat teratasi. Menurutnya selama musim kemarau ada 12-15 tangki air bersih yang iIa sediakan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Tidak lagi beli dari tangki karena sudah ada sumber air di dusun. Semoga ke depan air terus lancar,” katanya. (Juju)

Komentar

Komentar