Sumur Bor Selamatkan Warga dari Krisis Air

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Camat Wonosari Iswandoyo mengatakan pembanguanan sumur bor di wilayah Desa Wunung Kecamatan Wonosari mampu menyelamatkan warga di Padukuhan Mulo, Padukuhan Kepil, dan Padukuhan Karangasem  dari krisis air.
“Tiga padukuhan langganan kekeringan sekarang sudah bebas dari krisis air. Mereka telah memanfaatkan air sumur bur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (Bumdes) Mulo,” katanya, Rabu (20/08/2014).
Keberhasilan pemanfaatan sumur bor di Desa Wunung akan diterapkan di desa lain yang selama ini masih menjadi langganan kekeringan. Iswandoyo meminta masyarakat yang sudah bisa mengakses air dari sumur bor untuk menjaga sumber air yang ada.
“Akan kita coba kembangkan di Desa Wareng dan Pulutan yang selama ini juga menjadi langganan kekeringan juga,” ungkapnya.
Wasido (48), warga Karangasem, mengaku tidak kwatir lagi untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. Menurutnya, persediaan air di bak miliknya selalu tersedia, jika sewaktu-waktu akan digunakan. “Tenang tidak seperti tahun sebelumnya,” ucapnya.
Wasido mengungkapkan, tarif untuk mendapatkan satu kubik air bersih dari sumur bur hanya cukup membayar Rp. 5.000
. Satu kubik air dapat digunakan selama 3 hari. “Sudah tidak mengandalkan air hujan atau bantuan dari pemerintah sekarang,” paparnya.
Warga lain, Marsih menjelaskan, untuk bisa ikut mengakses air dari sumur bur, pelanggan baru akan dikenai biaya sebesar Rp.400 ribu . Selanjutnya ia akan dikenakan tarif bulanan yang besarnya disesuaikan dengan jumlah pemakaian air. “Tidak kawatir lagi dengan musim kemarau,” katanya.(Juju/Tty)

Komentar

Komentar