Shoting Film “Mars” Mengambil Tempat Di Gunungkidul

oleh -
iklan dispar

imageWONOSARI, (KH) – Berlatar belakang kehidupan yang penuh derita di sebuah Desa di Gunungkidul, hidup seorang ibu bernama Tupon. Ditengah keterbatasan, ia membesarkan anak perempuannya bernama Sekar Palupi, hingga sukses dan impian diraih oleh sang anak.

Meski buta huruf, sang ibu selalu menanamkan arti pentingnya pendidikan pada anak perempuannya tersebut. Meski sendiri dalam membesarkan anak perempuanyan Tupon tidak menyerah, rintangan demi rintangan tak dapat menghentikan langkah kaki mereka untuk meraih kesuksesan.

Tupon ingin, nasib anak perempuannya berbeda. Dia ingin  Palupi menjadi bintang yang paling terang yang bersinar di malam hari, mengalahkan bintang yang lain disekitarnya hingga sang ibu menyebutnya lintang lantip (bintang yang cerdas).

Kisah inspiratif mengenai ibu dan anak ini merupakan sekelumit kisah dalam sebuah film berjudul “Mars”. Film yang diangkat dari novel terlaris karya penulis Aishworo Ang ini, akan mengambil tempat shoting di Kabupaten Gunungkidul.

Produser film Mars, Andy Shafik mengatakan, ada tiga tempat yang akan digunakan sebagai tempat shoting yakni Yogyakarta, Gunungkidul dan London. Di Gunungkidul shoting akan mengambil tempat di kawasan destinasi wisata Sri Gethuk, Pantai Krakal dan kawasan pedesaan di Kecamatan Playen.

“Mulai hari ini hingga 20 hari ke depan, kita akan shoting di Gunungkidul, selanjutnya 3 hari di Yogyakarta dan 5 hari di London,”kata Andi usai launching pembuatan film Mars di Bangsal Sewoko Projo, Selasa Malam (6/12/2015).

Film berdurasi 90 menit ini akan didukung oleh artis papan atas Indonesia seperti Kinaryosih, Acha Septiasa, Jajang C, Teuku Rifnu, Wikana, Chelsea, Egi Fadli, Trisno Bosha dengan sutradara Sahrul Gibral. Film produksi Multi Buana Kreasindo ini akan dirilis di Bioskop di Indonesia pada Mei mendatang.

“Tidak hanya artis ibukota, kita juga melibatkan warga Gunungkidul, sebuah desa di Kecamatan Playen untuk pembuatan film ini. Film inspiratif ini semoga dapat mengangkat nama Gunungkidul sebagai tujuan wisata di Indonesia dan Dunia,” tambahnya.

Andi menambahkan, terpilihnya Gunungkidul dalam pembuatan film karena daerahnya memiliki latar belakang yang hampir sama dengan cerita yang berada di dalam novel. Dia berharap, semangat untuk menggapai pendidikan yang tinggi dapat disuarakan dari Gunungkidul dan akan terdengar hingga seluruh penjuru Indonesia serta Dunia.

“Film inspiratif ini akan kita launching berbarengan dengan hari pendidikan nasional. Dari Gunungkidul, semoga semangat memperoleh pendidikan yang tinggi dapat digelorakan,”katanya.

Andi enggan menjawab berapa biaya produksi yang dikeluarkan dalam pembuatan film Mars ini, menurutnya uang adalah nomer dua, yang terpenting adalah pesan yang akan disampaikan melalui film ini dapat diterima masyarakat luas. “Budgetnya berapa, itu rahasia yang penting maknanya,”katanya.

Sementara Sekretaris Daerah Gunungkidul, Budi Martono dalam sambutannya mewakili Bupati mengatakan, mendukung sepenuhnya pembuatan film tersebut. Dia berharap, selain menjadi hiburan, film Mars dapat menjadi sarana komunikasi dan edukasi masyarakat.

Budi juga berharap, melalui Film ini keberadaan Kabupaten Gunungkidul yang menjadi surga yang terpendam di Indonesia dengan sejumlah destinasi wisatanya dapat dikenal oleh dunia. “Film ini nantinya akan menjadi sarana promosi Gunungkidul,”ungkap Budi Martono.

Launcing pembuatan film Mars ditandai dengan pemotongan tumpeng. Hadir juga Ketua DPRD Gunungkidul Suharno, Kepala Dinas Dispudpar Gunungkidul Saryanto, sejumlah dinas terkait, crew film, dan sejumalah warga Playen yang terlibat dalam pembuatan film Mars. (Juju/Bara)

Komentar

Komentar