Sekolah Masih Butuh Juknis dan Pendampingan untuk UN Online

oleh -
kadhung tresno
Aktivitas siswa di SMKN 2 Wonosari. Foto: Atmaja.
Aktivitas siswa di SMKN 2 Wonosari. Foto: Atmaja.

WONOSARI,(KH) — Empat sekolah SMA/SMK yang ditunjuk oleh Disdikpora Kabupaten Gunungkidul masih belum memberikan jawaban atas penunjukan sekolah piloting yang rencananya akan menggunakan UN secara online. Hal ini masih menjadi pembahasan bagi sekolah yang ditunjuk untuk menjadi piloting UN secaca online.

Penerapan Ujian Nasional (UN) secara online membawa dampak tersendiri bagi sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana UN online. Di satu sisi, sekolah yang ditunjuk sebagai pelaksana atau pilot project ini akan mendapatkan pengalaman dalam penerapan sistem baru berbasis teknologi. Namun disisi lain, sekolah piloting harus mempersiapkan materi baru dalam memberikan pelatihan bagi siswa yang akan mengerjakan UN secara online.

Kepala SMKN 2 Wonosari Rahmad Basuki mengatakan, kesiapan sarana ujian sudah dianggap siap. Hal tersebut mengingat dari empat sekolah yang ditunjuk sudah mempunyai sarana komputer yang bisa digunakan, SMKN 2 Wonosari satu di antaranya. “Di sekolah kami terdapat 200 unit komputer yang siap digunakan sebagai fasilitas penunjang UN secara online,” ungkapnya, Rabu (04/02/2015).

Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mempersiapkan sarana dan prasarana guna menghadapi UN secara online. “Memang sampai saat ini belum ada kepastian untuk penyelenggaraan UN online dari masing-masing sekolah. Meski demikian, kami tetap mempersiapkan sarana dan prasarana jika SMK N 2 Wonosari melakasanakan UN secara online,” ujar Rahmad.

Meskipun secara sarana pihaknya siap, namun hingga saat ini SMKN 2 Wonosari masih terkendala materi pelatihan UN online bagi siswa. Pasalnya, materi pelatihannya akan berbeda jika dibandingkan UN secara konvensional.

“Pelatihan untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi UN memang sudah ada. Namun, jika dilaksanakan secara online, kami belum mendapatkan materi,” katanya.

Hal yang sama juga dirasakan pihak sekolah SMAN 1 Wonosari. Kepala SMAN 1 Wonosari Tamsir mengaku, untuk kesiapan secara teknis, SMAN 1 Wonosari dirasa sudah siap. “Kami memang siap untuk sarana penyelenggaraan UN, namun demikian saat ini kami masih mempertimbangkan bersama untuk UN secara online,” katanya.

Ia menambahkan, perlu adanya pendampingan kepada piloting UN online, karena UN online baru dilakukan pertama kali. “Untuk itu, kami sangat mengharap adanya petunjuk teknis yang matang sebagai bekal pelatihan siswa. Terlebih, sekolah juga harus mempersiapkan mental dan psikologi siswa guna menghadapi sistem baru itu,” pungkas Tamsir. (Atmaja).

Komentar

Komentar