Segara Inline Skate Gunungkidul Siap Menyambut Prestasi Tahun 2022

oleh -
Skateboard
Refleksi digelar Segara Inline Skate Gunungkidul. (KH)
ucapan natal pemkab

GUNUNGKIDUL, (KH),– Segara Inline Skate merupakan salah satu klub sepatu roda di Gunungkidul yang saat ini sedang berkembang. Klub yang berdiri di tahun 2017 ini kini memiliki lebih dari 50 siswa didik/atlet yang terdiri dari jenjang pemula, standart dan speed. Klub asuhan Tri Budiarto ini juga mampu berprestasi pada saat mengikuti berbagai kejuaraan baik di level lokal maupun regional.

Tahun 2020 dan 2021 merupakan tahun pandemi yang berdampak terhadap semua sektor. Klub Segara juga merasakan dampaknya berupa terhentinya program latihan pada saat PPKM. Tidak adanya kejuaraan atau lomba sebagai ajang prestasi atlet dan terbatasnya sarana dan prasarana latihan, Tri Budianto berharap tahun 2022 pandemi segera terkendali sehingga program latihan dan pengembangan klub serta kejuaraan kejuaraan bisa dilaksanakan kembali.

Kamis 30 Desember 2021, Klub Segara Inline Skate mengadakan acara “Refleksi Tahun 2021 dan Siap Berprestasi Tahun 2022”. Agenda tersebut diselenggarakan di Ruang Pertemuan BMT Ummat Wonosari yang diikuti oleh orang tua/wali atlet, atlet dan pengurus klub Segara.

Refleksi dikemas dalam bentuk sarasehan dan talkshow dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang olahraga sepatu roda antara lain : Dr. Fauzi Idris, M.Si (Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY), Edy Sunaryoto (Ketua Pengda Perserosi DIY), Jarot Budi Santosa (Ketua KONI Gunungkidul), Supriyanto, SE.MT (Ketua Pengkab Perserosi Gunungkidul) serta Aradana Wikanestri (Atlet Sepatu Roda DIY).

“Tujuan acara ini sebagai sarana refleksi dan evaluasi akhir tahun Segara, forum pertemuan wali siswa, sarana mendapatklan informasi tentang dunia sepatu roda mencakup pengelolaan klub, metode pelatihan dan pembinaan prestasi serta kegiatan pengda DIY maupun GK,” kata dia.

Pihaknya berharap agar orang tua serta pengurus klub mendapat pengetahuan dan infomasi untuk mengelola klub, melatih serta mendampingi para atlet.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Fauzi mengatakan, untuk membentuk atlet yang berprestasi ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu tekad dan niat anak serta dukungan orang tua; bakat anak serta factor teknis berupa metode latihan, sarana latihan dan asupan gizi anak.

Dr. Fauzi juga berpesan agar prestasi akademik anak tetap menjadi prioritas utama. Pada kesempatan tersebut dia juga berbagi pengalaman dalam mengelola klub serta membina prestasi atlet.

Sementara itu, Edi Sunaryoto menyampaikan perihal perkembangan olehraga sepatu roda DIY, pembinaan klub serta tips bagi orang tua dalam mendampingi anak. Edi Sunaryoto, pria asli Budegan Piyaman ini adalah ayah dari Aradana Wikanestri, atlet PON DIY.

Ara, panggilan akrab Aradana, menjelaskan bahwa dia mulai latihan sepatu roda sejak umur 7 tahun (kelas 1SD) tahun 2006. Butuh waktu belasan tahun serta latihan yang teratur untuk menjadi atlet seperti sekarang.

“Dukungan orang tua sangat penting untuk pengembangan prestasi anak,” tandas Edi.

Sementara itu, Jarot Budi Santosa dan Supriyanto menyampaikan bahwa KONI Gunungkidul memberikan apresiasi kepada Segara Inline Skate yang masih eksis dalam membina atlet sepatu roda Gunungkidul. KONI juga akan mengusahakan sarana latihan yang lebih baik kepada Segara, yang saat ini mempunyai homebase di lapangan Pasar Sapi Siyono. Terkait dengan sarana latihan ini, Dr Fauzi juga mengatakan bahwa Kampus UNY di Pacarejo Semanu juga memiliki lahan yang berpotensi untuk dijadikan lintasan latihan sepatu roda. (Bara)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar