Samingan Wariskan Minapolitan ke Warga Padukuhan Gedad

oleh -
Pemakaman Samingan Dukuh gedad Banyusoca Playen. Foto: Atmaja.
kadhung tresno
Pemakaman Samingan Dukuh gedad Banyusoca Playen. Foto: Atmaja.
Pemakaman Samingan Dukuh gedad Banyusoca Playen. Foto: Atmaja.

PLAYEN, (KH) — Samingan, Dukuh Gedad Desa Banyusoca Playen meninggal dunia pada Sabtu (31/01/2015) pukul 16.00 WIB. Siang hari ini, Minggu (1/2/2015), Kepala Desa Banyusoca Sutiyono bersama unsur Muspika Playen dan jajaran perangkat Desa Banyusoca melayat ke rumah duka almarhum.

Almarhum Samingan meninggal pada usia 55 dengan meninggalkan 2 orang anak dan 4 orang cucu. Jenazah almarhum Samingan dimakamkan di kompleks pekuburan Padukuhan Gedad, sekitar pukul 12.00 wib.

Pelepasan Jenazah dilakukan secara formal dengan melakukan upacara dengan Muspika Playen dan jajaran peangkat Desa Banyusoca. Hal ini dilakukan karena almarhum Samingan meninggal dunia saat masih menjabat sebagai Dukuh Gedad, Desa Banyusoca, Kecamatan Playen. Sutiyono memimpin upacara saat pelepasan jenazah.

Sutiyono menuturkan, selama almarhum menjabat sebagai Dukuh, telah banyak berbagai program positif yang ia jalankan bersama masyarakat Padukuhan Gedad. “Salah satu program yang berhasil dikembangkan adalah program Minapolitan Padukuhan Gedad,” ucap Sutiyono.

Perjuangan almarhum, lanjut Sutiyono agar bisa ditiru oleh perangkat desa yang lain dengan mengedepankan kemajuan dan nasib warganya untuk mendapat hidup yang sejahtera. Ia menambahkan almarhum sudah menjabat sebagai dukuh selama kurang lebih 15 tahun.

“Kepergian almarhum membuat jajaran perangkat Desa Banyusoca kehilangan satu tokoh yang kami anggap penting. Tidak hanya bagi perkembangan Padukuhan Gedad terlebih bagi Desa Banyusoca,” pungkas Sutiyono.

Samingan disebutkan meninggal dunia akibat penyakit komplikasi, dan sebelumnya keluarga telah melakukan berbagai upaya pengobatan. (Atmaja).

Komentar

Komentar