Rukhiyatul Hilal Terhambat Awan Pekat

oleh -
kadhung tresno

PATUK, kabarhandayani.– Rukhiyatul hilal atau melihat anak bulan untuk menentukan jatuhnya 1 Syawal 1435 Hijriyah yang digelar oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gunungkidul dan Kemenag Sleman di Puncak Brambang yang terletak di bukit Patuk, Gunungkidul terhambat oleh awan pekat.
Arif Irfan, selaku hakim Pengadilan Agama Gunungkidul menjelaskan, pengamatan ini dilakukan pada koordinat 110 derajat 28 menit 24.4 detik bujur timur 7 derajat 51 menit 26,1 detik lintang selatan di atas ketinggian 395 meter di atas permukaan laut.
“Benda langit sebenarnya sudah layak untuk dirukhiyat. Namun cuaca nampak mendung sehingga pengamatan agak terganggu,” jelasnya pada Minggu (27/7/2014).
Lanjut Arif, berdasarkan penjelasan Arifin, ketentuan Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura (Mabins), bulan dapat dikatakan bulan baru jika terletak minimal 2 derajat di atas ufuk barat. Pada pengamatan ini, bulan diamati pada arah 283 derajat 48 menit 48 detik dan tinggi bulan diperkirakan 3 derajat 39 menit 12 detik pada pukul 17.39 WIB dengan umur bulan 12 jam 12 menit 13 detik.
Namun karena awan hitam yang pekat, pengamatan tidak dapat dilakukan. Arif menambahkan, meskipun pengamatan di Bukit Patuk terhambat, Rukhiyatul hilal juga dilakukan pada sekitar 100 titik lokasi sehingga apa yang didapat dari hasil pengamatan ini dilaporkan dan menunggu pengumuman resmi dari kementrian agama pusat.
“Dalam pelaksanaannya kita tidak berhasil melihat hilal dikarenakan awan yang menutupi benda namun diperkirakan bulan sudah setinggi 3 derajat di atas garis ufuk. Untuk selanjutnya kita menunggu keputusan dari kementrian pusat,” pungkasnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar