Rela Menuruni Tebing Dengan Alat Seadanya Demi Air Dan Hasil Laut

oleh -
Warga Menuruni Tebing Untuk Mendapatkan Air Bersih
iklan dispar
Warga Menuruni Tebing Untuk Mendapatkan Air Bersih
Warga Menuruni Tebing Untuk Mendapatkan Air Bersih

TEPUS, (KH)— Menjadi kewajaran sebagai makhluk hidup untuk selalu berupaya bertahan hidup dan berkembang. Begitu juga dengan manusia, dalam upaya pemenuhan kebutuhan hidupnya, biasa dikenal dengan sebutan kegiatan ekonomi. Menjalani suatu profesi sebagai mata pencaharian.

Di wilayah pedesaan atau masyarakat pesisir yang dekat dengan pantai selatan, banyak dijumpai pada umumnya berprofesi menjadi petani dan nelayan.

Upaya ekonomi berupa kegiatan dalam menjalani profesi menjadi bagian dari penyesuaian diri. Dalam rutinitas harian sebuah kegiatan menjadi hal yang biasa dilakukan, walau terkadang bagi orang lain tergolong ekstrim.

Sebagaimana yang dilakukan warga di Padukuhan Sureng II ini, mereka melakukan kebiasaan yang dinilai cukup berani dan tergolong ekstrim. Karena tinnggal  berada pada kawasan yang tidak mudah dalam hal pemenuhan air, mereka rela menuruni tebing curam dengan alat sederhana.

Beberapa warga yang tinggal di Padukuhan Sureng II, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus ini telah terbiasa mengandalkan batang-batang bambu yang diikat lalu dikaitkan degan tali pada lubang bebatuan tebing. Mereka menuruni tangga bambu setinggi kurang lebih 25 M tersebut untuk mendapatkan air.

“Sekitar 15 hingga 20 warga yang hampir tiap hari pagi dan sore, naik turun tebing Nguluran, aktivitas yang mereka lakukan adalah memancing, mencari rumput laut, dan juga mengambil air untuk kebutuhan minum mereka dan hewan ternaknya,” kata Sugiman Kepala Padukuhan Sureng II.

Disebutkan, mereka telah terbiasa akan hal itu, sehingga apabila bagi sebagian orang lain kebiasaan tersebut terbilang menakutkan tetapi tidak bagi mereka. Terlebih saat kemarau, mereka lebih sering melakukan hal itu untuk mendapatkan air dari sumber/ sungai yang berada dibawah tebing. Dengan  menggunakan jerigan mereka menarik naik air dengan tali/ tambang.

Sebenarnya, lanjut Sugiman, upaya pengangkatan air dengan alat modern oleh beberapa pihak telah dicoba, namun belum berjalan optimal seperti yang diharapkan. Hingga saat ini, tiap hari selalu dijumpai warga masih naik turun tebing. (Kandar)

Komentar

Komentar