Ratusan Anak di Gunungkidul Kehilangan Orang Tua Akibat COVID-19

oleh -
Ilustrasi yatim piatu
Ilustrasi (sumber : coina photo)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Menyusul permintaan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, tentang pendataan anak anak yang menjadi Yatim/Piatu atau Yatim Piatu, yang orang tuanya meninggal karena Covid19, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gunungkidul tengah melakukan pendataan. Hasilnya, sampai saat ini ada 270 lebih anak-anak yang kehilangan orang tuanya karena Covid-19.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Kesejahteraan Sosial, Dinsos Gunungkidul, Hadi Hendra Prayoga. Hendra menyatakan bahwa ratusan anak-anak ini kehilangan orang tuanya, diantaranya ada yang menjadi anak yatim (tidak ada ayah), piatu (tidak ada ibu), maupun yatim-piatu.

“Orang tua dari anak-anak ini meninggal dunia akibat COVID-19,” kata Hendro dihubungi pada Rabu (25/08/2021).

“Umur dari anak-anak tersebut beragam namun masih usia sekolah, mulai dari 5 hingga 11 tahun, saat ini mereka menetap bersama kerabat keluarga,” lanjut Hendro lagi.

Hendra mengatakan pendataan ini disamping atas permintaan Menteri Sosial, rencananya, akan ada penyaluran bantuan khusus bagi anak-anak yatim piatu tersebut.

“Kami belum mengetahui seperti apa bentuk bantuan hingga mekanisme penyalurannya, kami masih menunggu instruksi resmi terkait program tersebut,” imbuh Hendra.

Hendra melanjutkan, saat ini yang dilakukan oleh Dinsos Gunungkidul selain pendataan juga dilakukan pendampingan dan pantauan rutin terhadap kondisi para anak-anak ini.

“Sembari menunggu instruksi resmi untuk realisasi program, pendataan dan pendampingan telah dilaksanakan lewat tenaga kami dari pendamping PKH (Program Keluarga Harapan), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan(TKSK), Pekerja Sosial (Peksos) dan lainnya,” jelas Hendro.

Apa yang disampaikan Hendro ini, senada dengan yang diungkapkan Kepala Dinsos Gunungkidul, Siwi Iriyanti dalam kesempatan penyerahan bantuan sosial kepada keluarga dari tiga anak anak Piatu di Padukuhan Sawahan, Kalurahan Bleberan, Kapanewon Playen beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan itu Siwi menyampaikan bahwa bentuk bantuan atau program dari pemerintah pusat untuk anak Yatim Piatu korban Covid-19 memang belum turun.

“Yang kita lakukan saat ini adalah pendataan dan pendampingan, dan program selanjutnya tentu nanti akan melibatkan banyak pihak terkait,” terang Siwi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3AKBPMD) Gunungkidul, Subiyantoro juga mengatakan, pendataan anak-anak yatim piatu korban Covid-19 saat ini tengah berjalan melalui koordinasi dengan tiap Kapanewon.

Subiyantoro mengakui bahwa untuk saat ini, pihkanya belum ada program pendampingan pada anak-anak yatim-piatu tersebut, karena selama ini lebih banyak berfokus pada penanganan anak-anak korban kekerasan.

“Secepatnya akan kami bahas secara internal terkait pendampingan bagi anak-anak yatim-piatu ini,” kata Subiyantoro. (Edi Padmo)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar