Rasulan Sebagai Momentum Berkumpul, 500 Perantau Serempak Pulang

oleh -
Rombongan prajurit atau bregodo. Foto : KH/Kandar
kadhung tresno
Rombongan prajurit atau bregodo. Foto : KH/Kandar
Rombongan prajurit atau bregodo. Foto : KH/Kandar

SEMANU, (KH) — Begitu meriah pelaksanaan Rasulan yang diadakan Enam kelompok wilayah Padukuhan dan satu kelompok Perantau di Desa Candirejo, Semanu. Perkumpulan Perantau Cuwelo (PPC) menjadi kelompok pendatang yang ikut bersama-sama memeriahkan event tahunan tersebut.

Disampaikan Dukuh Padukuhan Cuwelo Kidul, Sunaryo, dibalik hingar bingar hiburan event besar itu terselip makna yang cukup penting bagi warga Cuwelo dan sekitarnya. Pada prosesi kirab yang dilaksanakan Jumat siang (9/10/2015), iringan bregodo terdepan menjadi pembawa gunungan utama, simbol pemersatu warga.

“Selain gunungan yang dibawa iringan rombongan dari Cuwelo Kidul, Gebang, Soka, Pace, Kropak dan Mranggen, serta satu rombongan PPC, terdapat satu rombongan terdepan dari pemangku budaya dan bregodo prajurit kademangan Cuwelo yang membawa gunungan berbentuk rumah,” Katanya.

Adapun makna dari gunungan rumah yang tak pernah tergantikan, sebagai simbol pemersatu keluarga Cuwelo dan sekitarnya. Eratnya hubungan antar warga perantau dan pribumi sangat nampak ketika tradiri Rasulan tiba. Sekitar 500-san perantau serempak pulang ikut menyemarakkan.

“Dari Jakarta, Semarang, Wonosobo, dan seputar Yogyakarta pulang. Seakan-akan lebih banyak yang pulang saat Rasul daripada Lebaran,” tambah Sunaryo.

Setelah selesainya prosesi kirab yang diikuti sekitar 2000-an peserta, semua menuju tujuh titik pusat hiburan dari masing-masing rombongan Padukuhan dan kelompok perantau, lalu secara serentak digelar pertunjukan kesenian Reog, Jathil, dan Doger.

“Kemeriahan berbagai pertunjukan, wayang kulit, campur sari, Uyon-uyon, Reog, Jathil, dan lainnya menyedot swadaya masyarakat yang mencapai sekitar Rp 77 juta,” Pungkas Sunaryo.(Kandar)

Komentar

Komentar