Radio PC AURI Siarkan Perjuangan Pahlawan Ke Dunia

oleh -
Peringatan serangan Umum 1 Maret 1949, oleh siswa TK 1 Maret. KH/ Edo
iklan dispar
Peringatan serangan Umum 1 Maret 1949, oleh siswa TK 1 Maret. KH/ Edo
Peringatan serangan Umum 1 Maret 1949, oleh siswa TK 1 Maret. KH/ Edo

PLAYEN, (KH)-– Monumen Radio PC AURI yang berada di Desa Banaran Kecamatan Playen, menjadi saksi perjuangan Indonesia di masa-masa awal kemerdekaan Republik Indonesia. Pada peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949, PC AURI menyebarkan berita para pejuang Indonesia yang mempertahankan kemerdekaan saat melawan agresi militer Belanda di Yogyakarta.

Kabar dari radio PC AURI, dipancarkan melalui Stasiun Bidaralam Sumatera Barat. Kemudian ke relay AURI Takeungon Aceh, ke Rangoon-Birma hingga New Delhi, India, dan sampailah siaran pertempuran para pejuang itu ke Washington, Amerika Serikat.

Namun, saksi bisu bersejarah yang kini dibuat monumen itu tampaknya kurang mendapat perhatian. Sumarno, penjaga monumen mengatakan bahwa monumen Stasiun Radio PHB AURI PC 2 dulu diresmikan Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tahun 1984.

Di dalam bangunan bersejarah itu terpajang 12 buah foto bersejarah di antaranya deretan foto yang terdapat gambar pemimpin radio saat itu, yakni Opsir Udara III Budiardjo.

Boks radio yang dulunya digunakan untuk siaran itu diletakkan di dekat dapur dalam sebuah brankas penyimpanan dan tertata rapi di belakang bangunan.

“Kalau perangkat radionya sudah diambil dan disimpan di Monumen Jogja Kembali,” ujar Sumarno, Selasa (1/3/2016).

Aktivitas siaran saat itu harus melalui perjuangan yang tidak mudah. Antena yang dipasang untuk memancarkan siaran harus ditempatkan di daerah yang tinggi.

“Dulu berdasarkan sejarah, antenanya dipasang di atas pohon kelapa,” ungkap Sumarno.

Sumarno menjelaskan, ia menjadi penjaga monumen itu sejak 1992. Ia mengaku menjaga tempat itu merupakan inisiatifnya sendiri, ia merasa prihatin melihat bangunan yang tak terawat.

“Inisiatif saya sendiri, saya mendapatkan honor dari TK 1 Maret per bulannya Rp. 500.000,00, karena saya juga ikut menjaga kebersihan dan keamanan TK 1 Maret,” pungkasnya. (Edo)

Komentar

Komentar