Purwodadi Miliki Kebun Buah dan Rumah Anggrek

oleh -
iklan dispar

TEPUS, kabarhandayani,– Desa Purwodadi Tepus saat ini sedang mengembangkan kebun buah dan rumah Anggrek. Usaha ini dilakukan oleh Kelompok Tani Wanita (KWT) Sari Indah. Sejak tahun 2006 mereka mengawali usaha dengan mengelola anggrek di rumah-rumah karena semakin berkembang anggrek dikelola bersama kelompok di Gunung Bajo, Padukuhan Brongkol, Desa Purwodadi.
Gunung Bajo dipilih karena lokasinya yang rimbun dengan ratusan tanaman langka, yang secara mitos Gunung Bajo angker, masyarakat tidak berani merusak seluruh tanaman yang tumbuh di Gunung Bajo.
“Jangankan mau menebang pohon, mau ambil daun untuk pakan ternak saja warga tidak berani. Dulu ada yang coba-coba ambil daun untuk pakan kambing, ternyata kambingnya mati,” ungkap Dukuh Brongkol Supriyanto.
Subekti Ketua KWT Sari Indah menjelaskan, awal mula kegiatan adalah dari hobby beberapa ibu-ibu dengan bunga anggrek, kemudian pada tahun 2006 membentuk kelompok yang anggotanya berasal dari 4 Padukuhan yaitu; Padukuhan Jimatan, Grotan, Brongkol, Kenis untuk bersama-sama membudidayakan anggrek. Jenis anggreknyapun masih sangat terbatas baru anggrek tebu (grammatophyllum speciosum) dan angrrek bulan (Phalaenopsis amabilis) warna ungu, kuning dan putih.
“Awalnya kita kembangkan di Gunung Bajo namun setelah tahun 2009 kelompok memperoleh bantuan dari pemerintah dan LSM untuk taman kehati kebun buah, anggrek kita jadikan satu di kebun buah di rumah anggrek,” jelasnya Senin (15/9/2014).
Subekti menambahkan, kebun buah yang dikelola KWT Sari Indah sejak tahun 2009 memanfaatkan lahan telaga sengon yang sudah tidak berfungsi, lahan bekas telaga milik pemerintah Desa Purwodadi seluas 4 hektar. Jenis buah yang ditanam adalah buah-buah lokal diantaranya, sawo, mangga, cerme, sawo bludru, belimbing, jambu air, jambu batu. Saat ini tanaman di kebun buah Brongkol sebagian besar sudah mulai berbuah.
Subekti berharap, kawasan Gunung Bajo dengan tanaman langkanya, kebun buah dan rumah anggrek menjadi tempat wisata edukasi bagi masyarakat Gunungkidul khususnya. Selain telaga Sengon yang sudah tidak berfungsi, KWT Sari Indah berharap telaga Ngrinjing yang saat ini ada, tetapi fungsinya belum maksimal hanya mampu bertahan menampung air selama 1 bulan setelah musim penghujan dapat diperbaiki agar bisa bermanfaat pada saat musim kemarau. (HeriFosil/Jjw).

\r\n

Komentar

Komentar