Program Bedah Rumah Desa Mulo Telah Dimulai

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani,– Program bedah rumah dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) di Desa Mulo pada awal Bulan September 2014 ini telah dimulai. Seperti yang terlihat di Padukuhan Karangasem, puluhan warga telah terlihat mulai menggarap bangunan rumahnya bermodal material yang dikirim dari panitia pelaksana program.
Dalam program bedah rumah ini warga penerima manfaat akan diberikan sejumlah material bangunan. Sesuai perencanaan, jenis dan jumlah material yang diminta tiap warga penerima manfaat pun berbeda-beda tergantung kebutuhan yang diperlukan.
Material utama yang kebanyakan dipesan oleh para penerima manfaat adalah jenis material pasir, semen, besi, dan batako. Kekurangan anggaran dalam pembangunan rumah akan ditanggung secara swadaya oleh penerima manfaat.
Sarbiyanto, salah satu penerima manfaat dari Padukuhan Karangasem menuturkan sejumlah material bangunan yang telah ia terima sebesar Rp 3,75 juta. Selebihnya akan diberikan pada tahap kedua.
“Tahap pertama baru dikirim material sejumlah itu. Kalau sesuai keputusan hasil rapat sosialisasi kemarin jumlah totalnya mencapai Rp 7,7 juta,” terang Sarbiyanto, Selasa (16/9/2014).
Dibalik kegemberiaan atas dana pembangunan rumah yang diterima, ternyata Sarbiyanto sedikit merasakan kekecewaan. Pasalnya jumlah material yang ia terima tak sesuai dengan jumlah yang dipesan sebelumnya.
“Saya pesan batako 400 biji malah dikirim 500 biji. Semen juga gitu, kemarin saya menukar semen dengan kayu blabak ke toko material. Untuk semen mudah menukarnya, kalau batako bagaimana menukarnya? Sedangkan kalau sisa mau buat apa batakonya, sementara material lain belum cukup,” keluh Sarbiyanto sambil menunjukkan selembar kuitansi pengiriman material.
Seperti yang direncanakan, dana dari Kemenpera ini akan digunakan Sarbiyanto untuk membangun rumahnya seluas 42 meter persegi. Sebelumnya rumah milik Sarbiyanto itu masih berdinding gedek.
“Luas rumah yang dibangun nanti cuma mengikuti luas rumah yang lama karena tak cukup modal untuk menutup kekurangan material bila terlalu luas,” pungkasnya. (Maryanto/Jjw).

Komentar

Komentar