Program PISEW di Kapanewon Karangmojo Diwujudkan Pembangunan Kios dan Jalan

oleh -
Pisew
Peletakan batu pertama realisasi program PISEW di Karangmojo. (KH/ Edi Padmo)

KARANGMOJO, (KH),– Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), adalah program dari Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Cilta Karya. Program PISEW ini dimaksudkan untuk menginisisasi kegiatan untuk meningkatkan pengembangan infrastruktur yang bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pemukiman di wilayah kapanewon.

Rabu (5/5/2021), di Kalurahan Kelor Kapanewon Karangmojo, diadakan agenda peletakan batu pertama pembangunan kios yang akan dijadikan pengembangan kawasan sentra kuliner dan Rest Area. Pengembangan sentra kuliner merupakan salah satu wujud program dari PISEW di Kapanewon Karangmojo. Acara peletakan batu pertama secara simbolis dilaksanakan oleh Penewu Karangmojo, Marwatahadi.

“Program PISEW untuk Kapanewon Karangmojo, terbagi di 3 kalurahan, yakni Kelor, Wiladeg dan Ngawis. Kalurahan Kelor dipilih menjadi pusat kawasan sementara Kalurahan Wiladeg dan Ngawis menjadi kawasan penyangga,” terang Taufik Ari (44), pendamping Program PISEW di Kapanewon Karangmojo.

Taufik menjelaskan, bahwa program PISEW ini diwujudkan dalam pembangunan fisik Infrastruktur, dengan tujuan untuk pengembangan perekonomian masyarakat.

“Program ini bersifat swakelola masyarakat, dengan pelaksana kegiatan Badan Kerjasama Antar Kalurahan (BKAK), dan tenaga yang mengerjakan juga berasal dari masyarakat sendiri,” lanjut Taufik.

Sementara itu, Panewu Karangmojo Marwatahadi mengutarakan, bahwa Pemerintah Karangmojo dan segenap warga masyarakat menyambut dengan antusias prgram PISEW di wilayahnya.

“Kami mendukung penuh adanya program ini. Dengan adanya PISEW saat kondisi pandemi Covid-19, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga masyarakat segera bangkit,” kata Marwatahadi.

Marwatahadi juga berharap, tiga kalurahan yang tersasar program PISEW di wilayahnya ke depan mampu memanfaatkan optimal program ini dengan sebaik-baiknya.

“Dengan memadukan konsep usaha kecil dan menengah masyarakat, semoga program ini bisa menciptakan kawasan pengembangan ekonomi berbasis alam dan sosial budaya dengan dukungan sektor pariwisata dan pertanian,” lanjut Marwatahadi.

Dalam kesempatan yang sama, Lurah Kelor, Suratman menyatakan bahwa lokasi yang di bangun ini status tanahnya adalah tanah kas kalurahan.

“Ini sebagai rintisan untuk kawasan sentra kuliner dan rest area, ke depan diharapkan akan bisa menjadi kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa untuk meningkatkan kesejahteraan,” terang Suratman.

Suratman juga menyatakan bahwa, untuk mendukung keneradaan Rest Area yang sudah dirintis ini pihak Kalurahan sudah mengagendakan penanaman buah Kelengkeng di lokasi.

“Tahap pertama rencana akan kami tanam 300 pohon, dan nantinya setiap KK di Kalurahan Kelor diharapkan juga menanam Kelengkeng, kami akan meneruskan program ini dengan Dana Desa,” lanjutnya.

Dalam menjalankan program pembangunan ini, Kementrian PUPR menugaskan fasilitator untuk melakukan pengawasan, pendampingan dan pelaporan program, sehingga program dapat berjalan sesuai ketentuan dan meminimalisir bentuk bentuk penyelewengan.

Adapun program PISEW di Kapanewon Karangmojo sendiri, menyasar pembangunan fisik Infrastruktur, yakni pembangunan Kios Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kalurahan kelor senilai Rp 266.616.900, jalan beton di Kalurahan Wiladeg senilai Rp 163.496.400 dan Kios Kalurahan Ngawis senilai Rp 159.886.700. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar