Pimpinan Pondok Kelahiran Singapura Berencana Dirikan Pondok Pesantren Terpadu

oleh -
Pengajian Wanita Islam Gunungkidul di Masjid Al Ikhlas Wonosari, Gunungkidul. KH/ Sarwo.
iklan dispar
Pengajian Wanita Islam Gunungkidul di Masjid Al Ikhlas Wonosari, Gunungkidul. KH/ Sarwo.

WONOSARI, (KH)— Wanita Islam (WI) Gunungkidul, Kamis malam (05/1) menggelar Pengajian Akbar di Masjid Al Ikhlas Wonosari. Menghadirkan Hj Umi Wahida S.Psi, MSi Pimpinan Yayasan Al Ashriayyah Nurul Iman (Islamic Boarding School) Parung Bogor Jawa Barat.

Ketua WI Cabang Gunungkidul Hj Siti Sudiyah SPd, dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas kehadiran Hj Umi Wahida.  Hj Umi Wahida bersedia hadir membrikan pengajian kepada keluarga besar WI dan jamaah dari Pondok Pesantern yang ada di Gunungkidul.

Atas kehadiran sosok wanita kelahiran Singapura ini juga menarik anggota Polwan Polres Gunungkidul sehingga ikut hadir dalam pengajian akbar tersebut. Dalam kesempatan ini, Hj Siti Sudiyah tidak ketinggalan menyampaikan bagaimana keberadaan dan peran WI di Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Hj Umi Wahida. Badingah menyebut, Umi Wahida secara bisik-bisik mempunyai rencana untuk membangun Pondok Pesantren Terpadu di Gunungkidul.

”Semoga rencana ini menjadi kenyataan, sehingga akan membawa Gunungkidul lebih maju lagi.” Ucap Badingah didepan ribuah jamaah yang memenuhi Masjid Al Ikhlas Wonosari.

Hj Umi Wahida dalam pengajiannya mengambil tema ‘Wanita Islam Wanita Surgawi’. Ia mengajak semua jamaah utamanya kaum perempuan jangan patah semangat ketika ditinggal suami. Diceritakan Umi Wahida, ketika suaminya belum meninggal, bersama-sama mengelola Pondok Pesantren Nurul Iman. Pondok dengan 23.000 santri yang dibebaskan dari pembiayaan alias gratis.

Dalam perjalanannya, saat  suaminya meninggal mewariskan hutang Rp. 1 milyar. Umi Wahida mengaku meski berat ia harus melunasi pinjaman tersebut. Berkat bantuan Tuhan Yang Maha Kuasa, dirinya mampu meneruskan pesan suaminya untuk melanjutkan mengelola PP Nurul Iman. Sekarang PP Nurul Iman memiliki 15 ribu santri. Operasional kebutuhan pondok tidaklah enteng, dalam sehari menghabiskan 7 ton beras, dalam seminggu 2 kali lauk daging, sedangkan setiap hari juga tersedia kurma.

”Alhamdulillah PP Nurul Iman dapat mengentaskan santri dengan berbagai prestasi. Cerita lain, banyak pula santri yang menikah di pondok,” tutur Umi. Diungkapkan lahan yang ditempati oleh keluarga besar pondok cukup luas yakni berada dilahan seluas 25 hektar.

Drs H Harun Al Rosyid pimpinan PP Al Hikmah Karangmojo, menambahkan, pengajian akbar di Masjid Al Ikhlas merupakan kerjasama WI Gunungkidul dengan PP Al Hikmah Karangmojo, da PP An Nur dan Al Hadid Karangmojo. (Sarwo)

Komentar

Komentar