Petugas Damkar Cek Kebakaran Aneh, Diakui Memang Di Luar Logika

oleh -
Petugas Damkar mengecek bekas kebakaran misterius. KH/Kandar
iklan dispar
Petugas Damkar mengecek bekas kebakaran misterius. KH/Kandar
Petugas Damkar mengecek bekas kebakaran aneh di Kwangen lor. KH/Kandar

SEMANU, (KH)— Peristiwa kebakaran aneh yang menimpa sedikitnya lima  warga di Padukuhan Kwangen Lor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu membuat heran sejumlah pihak dan siapapun yang mendengar kabar tersebut. Pasalnya, api yang membakar sejumlah perabotan rumah tidak diketahui sumber serta sebabnya.

Dari beberapa kali kejadian pihaknya memang tidak mendapat laporan akan musibah tersebut, tetapi mendengar kabar adanya kebakaran yang janggal, beberapa petugas dari UPT Pemadam Kebakaran Gunungkidul mengecek langsung ke lokasi, Kamis, (1/10/2015).

Setelah melihat kondisi bekas kebakaran, serta berdasar pengakuan korban dan tetangga, diakui Diyono, Kepala UPT Pemadam kebakaran, hal tersebut memang benar-benar aneh. Pihaknya baru kali ini menemui kebakaran yang tidak masuk akal.

“Sulit dipahami secara nalar, Semua dugaan penyebab terjadinya kebakaran tidak masuk logika, seperti misalnya tanpa perantara untuk merembet, tapi api bisa pindah dengan cepat begitu saja,” ujar Diyono terheran-heran.

Untuk diketahui, kebakaran ini awalnya menimpa Tugiyah pada hari Jum’at Kliwon, (18/9/2015) lalu, namun sesekali kejadian masih terus terjadi, selain terjadi di rumahnya juga menimpa saudara dan tetangga dekatnya hingga Rabu, (30/9/2015) kemarin.

Beberapa korban diantaranya; Tugiyah, Tukijem, Pardal, Jumiran dan Sukirah. Salah satu korban mengutarakan, kejadian terkadang selang sehari atau dua hari. “terakhir di tempat saya, gorden pada dua candela hangus secara bergantian, sewaktu berusaha memadamkan api pada gorden pertama tiba-tiba gorden lainnya menyusul terbakar tetapi bukan karena api merembet, tiba-tiba terbakar begitu saja,” ungkap Sukirah heran.

Suasana was-was masih menyelimuti para korban dan warga sekitar, menurut pengakuan warga, semenjak kejadian pertama hingga selama sekitar 14 hari, kejadian masih terulang, benda perabotan yang berada di dalam rumah menjadi korban api yang tidak diketahui asalnya, Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran lagi, seluruh perabotan seisi rumah dikeluarkan.

“Yang terbakar pertama ditempat Tugiyah itu kasur, bantal dan pakaian, serta di tempat lain, pakaian di dalam almari, gorden, perabot dapur, radio tape, dinding dapur berbahan bambu, dan juga tas serta nampan,” jelas Sukirah.

Warga, saksi kejadian kebakaran yang ikut membantu memadamkan api merasa aneh dengan kobaran api, api yang membakar benda tiba-tiba saja besar seperti ada bahan bakarnya (bensin), selain wujud api yang memancar keatas seperti kembang api, tingkat panas api yang tinggi tidak seperti api pada umumnya juga dianggap suatu kejanggalan oleh mereka.

“Panci untuk merebus air bisa meleleh terbakar seperti berbahan plastik, sendok logam juga sampai melengkung, semua terjadi pada siang hari,” ujar salah satu saksi kejadian. Hingga berita ini diturunkan warga Semanu dan sekitarnya sesekali masih ada yang mendatangi lokasi untuk melihat. (Kandar)

Komentar

Komentar