Kebakaran Misterius Terjadi Juga di Kuwon Lor

oleh -
Sisa kebakaran. Foto : KH/Dwianjani
iklan dispar
Sisa kebakaran. Foto : KH/Dwianjani
Sisa kebakaran. Foto : KH/Dwianjani

SEMANU, (KH) — Beberapa waktu lalu masyarakat digemparkan dengan kebakaran aneh di kediaman keluarga Ladino di Kwangen Lor. Kini kebakaran serupa terjadi di kediaman Tukiyati, RT 03, RW 12, Kuwon Lor, Pacarejo, Semanu.

Kebakaran terjadi pada Selasa (20/10/2015) sekitar pukul 07.00 WIB di warung miliknya. Api membakar habis barang dagangan yang berada di rak dagangan, termasuk dinding pembatas warung yang terbuat dari anyaman bambu. Namun, bagian lain dari rumah sama sekali tidak terbakar.

Ditemui di lokasi, pemilik rumah, Tukiyati menjelaskan, bahwa kebakaran yang terjadi ini sudah membuat warga cukup resah, hingga mereka penasaran dan berkerumun di rumah Tukiyati.

Tukiyati mengaku heran, ia sama sekali tidak paham bagaimana api bisa timbul di warungnya dan membakar barang dagangan, seperti gula pasir, gula batu, agar-agar, makanan ringan, mi instan, dan lain-lain. Rak sendiri ia tempatkan di lokasi yang jauh dari benda-benda yang berpotensi menimbulkan api. Tukiyati memastikan, bahwa pada saat kejadian berlangsung, tak ada pembeli ataupun orang yang masuk ke warungnya.

Kejadian bermula saat ia sedang membungkus sayuran yang akan menjadi dagangan, di dapur rumah. Warung miliknya berada di samping rumah, tak jauh dari dapur. Tiba-tiba dari arah warung terdengar suara berisik dan diikuti kepulan asap. Saat dicek, ternyata api sudah membesar, membakar rak warung.

Disinggung, apakah api timbul dari hubungan arus pendek listrik ?, Tukiyati menampiknya. Meskipun lampu di atas rak pecah, ia menyebut lampu pecah akibat panas dari api yang membakar barang dagangan, sementara kabel dalam kondisi utuh.

“Api juga aneh, berwarna putih dan kehijauan. Tidak sampai lima menit langsung besar menyala. Api dengan mudah dipadamkan oleh keluarga dan warga dengan menggunakan air sebanyak tiga ember,” ujarnya,

Ia mengaku, khawatir api tersebut ada kaitannya dengan api misterius yang muncul di Kwangen Lor sejak beberapa waktu lalu, dan hingga kini belum juga reda. Letak warung yang juga digunakan sebagai rumah milik Tukiyati, memang hanya berjarak 400 meter dari rumah Ladino, warga Kwangen Lor korban kebakaran serupa.

“Semoga ini api yang pertama dan terakhir,” harapnya.

Akibat kejadian ini, ia memperkirakan mengalami kerugian mencapai Rp1 juta.

Pejabat Kepala Desa Pacarejo, Budi Setyono, mengungkapkan, pihaknya sudah meninjau lokasi kejadian bersama perangkat desa. Selain itu, jajaran Kepolisian Sektor Semanu juga sudah melakukan pemantauan langsung.

Budi tidak menyangkal, bahwa warga sekitar sudah mulai menghubung-hubungkan kebakaran di Kuwon Lor ini dengan kebakaran di Kwangen Lor. Meski demikian, ia tidak berani memvonis atau mengambil kesimpulan apapun, sebelum diketahui penyebab yang jelas kejadian itu.

“Kami hanya mengimbau kepada masyarakat, jangan mengucilkan keluarga Ladino. Dalam waktu dekat kami akan mengumpulkan keluarga Ladino, tokoh masyarakat, kecamatan dan Polsek untuk membahas solusi terkait hal ini,” jelasnya. (Maria Dwianjani)

Komentar

Komentar