Petani Mulai Garap Tanaman Musim Marengan

oleh -
Petani mulai tanam musim marengan. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Petani mulai tanam musim marengan. Foto: Atmaja.
Petani mulai tanam musim marengan. Foto: Atmaja.

PALIYAN, (KH) — Musim panen telah selesai dilakukan oleh sebagian petani. Saat ini, petani disibukan dengan mengolah kembali lahannya untuk ditanami tanaman palawija. Aktivitas tersebut dikenal dengan nama tandur marengan.

Dari pantauan KH, petani wilayah selatan Wonosari memilih tanaman palawija jenis kacang hijau untuk tanaman marengan mereka. Hal ini dipilih, karena musim tanam marengan dilakukan pada penghujung musim hujan.

“Curah hujan masih cukup baik untuk pertumbuhan benih yang baru tumbuh,” kata Rajiman (57), salah satu petani asal Desa Wunung Wonosari, Minggu (22/03/2015).

Ia memilih menanam kacang hijau, karena menurutnya harga jual tanaman kacang hijau tinggi. Tanaman kacang hijau, lanjutnya, dapat dipanen dalam waktu dua bulan.

“Dengan modal bibit 1 kilo gram seharga Rp 20 ribu, ketika panen mampu menghasilkan 32 kilogram Kacang hijau dengan harga Rp 15 -18 ribu,” jelasnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh para petani di Desa Giring, Paliyan. Mereka terlihat sibuk menanami kembali tanaman palawija di lahan bekas panenan. Tanpa diolah kembali seperti dicangkul, petani di Desa Giring menggunakan cara tonjo untuk menanam palawija.

Salah satu petani di Desa Giring, Darno Suwito (59) mengatakan, pemeliharaan tanaman kacang hijau tidak terlalu sulit dan tanaman kacang hijau bisa bertahan ketika curah hujan sudah berkurang.

Ia mengaku sudah menanam kacang hijau sejak musim marengan tahun lalu. Sebelumnya ia menanam kedelai untuk tanaman marengan, namun menurutnya harga jual kedelai jauh dibawah kacang hijau.

“Marengan tahun lalu saya modal 2 kilogram. Dari bibit 2 kilogram tersebut saya mendapatkan 100 kilogram kacang hijau saat panen,” jelas Darno. (Atmaja).

Komentar

Komentar