Pertanian Masuk Sekolah: Tumbuhkan Semangat Siswa Jadi Agripreneur

oleh -
Peninjauan kegiatan budidaya tanaman pangan oleh Kepala BPK Kementan di SMAN 2 Playen. (KH)
iklan-idul-fitri-smkn3-wno

GUNUNGKIDUL, (KH),– Dua sekolah di Gunungkidul, SMAN 2 Playen dan SMA 1 Karangmojo menjadi bagian dari sekolah-sekolah di 34 propinsi di Indonesia yang menjadi sasaran program Pertanian Masuk Sekolah (PMS) Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI.

Sekolah tersebut memperoleh dukungan dana dan sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) untuk kegiatan pertanian. “Program PMS bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang budidaya pertanian,” kata Kepala BKP Kementan, Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng., disela kunjungan ke SMAN 2 Playen, Minggu, (8/12/2019).

Selain itu, PMS juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat siswa menjadi agripreneur. Tujuan lain yang paling mendasar yakni untuk meningkatkan ketersediaan dan akses pangan.

iklan kejari

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Ketersediaan Pangan BKP Kementan, Rachmi Widriani SP, MSi., menambahkan, PMS merupakan salah satu program edukasi seputar pertanian kepada pelajar ditingkat SMA/ SMK dan MA. “Diharapkan PMS juga memudahkan akses bahan pangan yang beragam, bergizi, dan seimbang,” kata Racmhi.

Disebutkan, Kementan memberikan bantuan dukungan dana senilai Rp. 50 juta untuk sekolah yang menjadi sasaran program PMS. Dana tersebut digunakan untuk membangun rumah bibit, demplot, dan lahan penanaman. Selain dana, Kementan juga memberikan pendampingan teknis bagi sekolah-sekolah. Ada pula bantuan berupa 2 unit handsprayer, 1 cultivator dan 1 pompa air.

Sementara itu, penanggungjawab program PMS di SMAN 2 Playen, Imam Mushodo, S.P., mengaku bahwa kegiatan pertanian di SMAN 2 Playen telah dimulai sejak beberapa tahun terakhir.

Dijelaskan, kegiatan pertanian dengan aspek budidaya tanaman pangan menjadi bagian dalam muatan Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU). Kegiatan budidaya tanaman pangan telah berjalan dengan memanfaatkan media tanam alternatif berupa polybag.

“Sebab lahan di sekolah kami merupakan lahan marginal atau lahan kritis sehingga memakai media tanam polybag,” ungkap Imam.

Dengan adanya program PMS, skala pengembangan kegiatan budidaya tanaman pangan saat ini dapat lebih ditingkatkan. Melalui dana PMS sekolah melakukan pengadaan pupuk kandang dan pengolahan tanah agar menjadi subur. Dalam pengembangannya saat ini sekolah telah membuat rumah bibit, demplot dan lahan pertanaman.

hut gk kh

Komentar

Komentar