Perpustakaan Bukan Gudang Buku, Tetapi Pusat Pembelajaran

oleh -
iklan dispar

YOGYAKARTA, kabarhandayani,- KPAD Gunungkidul menjadi salah satu peserta Lokakarya Perpustakaan Nasional yang digelar di Kota Yogyakarta pada Senin – Rabu (27-27/8/14) yang lalu. Kegiatan berskala nasional tersebut diselenggarakan oleh Perpuseru CCFI (Coca Cola Foundation Indonesia).
Acara tersebut diikuti oleh berbagai pihak, mulai dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Koperasi dan UKM, Perpustakaan Nasional, PT Telkom, 12 Perpustakaan Propinsi, dan 10 perpustakaan kabupaten/kota. Masing-masing perpustakaan kabupaten/kota juga membawa perpustakaan desa binaannya masing-masing.
Pri Hastuti Setianingsih, PIC (Person in Charge) dari KPAD Gunungkidul untuk lokakarya tersebut memberikan keterangan kepada KH, bahwa KPAD Gunungkidul menjadi salah satu dari 34 perpustakaan kabupaten/kota atau TBM (Taman Bacaan Masyarakat) di 16 Propinsi di Indonesia yang telah menjadi mitra Perpuseru Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI). “Perpuseru merupakan program kerjasama antara CCFI dengan Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF) yang bertujuan untuk mengembangkan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat berbasis TI (teknologi informasi) yang berkelanjutan sehingga masyarakat dapat mengakses informasi guna keperluan meningkatkan kualitas hidup,” ujarnya.
“Bentuk pendampingan dari CCFI ini berupa: berbagai pelatihan, pemberian fasilitas komputer, dan lokakarya-lokakarya. Pendampingan yang dilakukan kali ini merupakan fase kedua. Fase pertama sudah berjalan sejak bulan Oktober 2011. Fase kedua ini difokuskan pada perrpustakaan-perpustakaan desa, dengan KPAD Kabupaten sebagai fasilitatornya,” imbuh Pri Hastuti. Lebih dalam, ia menjelaskan bahwa lokakarya kali ini juga menjadi media untuk meminta komitmen bupati atau walikota supaya mendukung kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan.
Dalam lokakarya ini, dari Kabupaten Gunungkidul hadir Assek 1 Tommy Harahap SH mewakili Bupati Gunungkidul, Kepala KPAD Kabupaten Gunungkidul Drs Sugiyanto MT, dan para kepala desa dari 4 desa yang terpilih untuk mendapatkan program pendampingan. Ke-4 desa dari Gunungkidul yang mendapat pendampingan adalah Desa Kepek Saptosari, Desa Kepek Wonosari, Desa Bedoyo Ponjong, dan Desa Bendung Semin. Pemilihan ke 4 desa tersebut berdasarkan pengamatan KPAD, bahwa perpustakaannya berkembang dengan baik, dan memiliki pelayanan yang baik kepada masyarakat.
Dalam lokakarya ini, KPAD Gunungkidul juga termasuk dalam jajaran 12 kantor perpustakaan yang mendapat penghargaan nasional berupa sertifikat atas upayanya dalam bidang advokasi pembelajaran kepada masyarakat.
Dengan mengikuti acara lokakarya ini, diharapkan akan dapat menjadi langkah persiapan pemberian bantuan komputer ke desa-desa yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2014, dan pelatihan-pelatihan untuk perpustakaan desa, serta pendampingan dan mentoring.
Pri Hastuti berharap, dengan mengikuti lokakarya ini akan semakin membuka wawasan yang lebih luas bagi masyarakat tentang perpustakaan. Masyarakat akan lebih tahu bahwa perpustakaan bukan hanya sebagai tempat menyimpan buku, tetapi sebagai tempat pembelajaran masyarakat berbasis teknologi informasi. (Berita: Awied, Foto: Bambang D, Ed: Jjw).

Komentar

Komentar