Perpustakaan ‘Balai Pintar’ Nglipar Maju Lomba Perpusdes Tingkat Nasional

Visitasi lomba Perpusdes tingkat nasional dilaksanakan secara daring.

Pada kesempatan tersebut Kepala DPAD DIY, Dra. Monika Nur Lastiyani, MM dan Bupati Gunungkidul, Badingah berkenan menyampaikan sambutan dan ucapan Selamat datang kepada Tim yuri yang telah berkenan melaksanakan visitasi lomba perpustakaan desa/kalurahan tingkat Nasional di desa Pengkol.

“Selamat melaksanakan tugas kepada Dewan Juri lomba, semoga dapat melaksanakan penilaian secara obyektif dan adil,” demikian Badingah menutup sambutannya.

Bacaan Lainnya

Dewan Juri lomba Perpustakaan desa/kelurahan tingkat Nasional yang bertugas visitasi pada kesempatan tersebut diantaranya Drs. Bambang Supriyo Utomo, M.Lib, Drs. T. Syamsul Bahri, M.Si., Dra. Trini Haryanti, dan Dra. Adriaty, dengan host Irsyad dari Perpusnas RI.

Pelaksanaan visitasi diawali dengan penyampaian live streaming kondisi perpustakaan, dari halaman depan Balai desa Pengkol menuju pintu gerbang perpustakaan dan ruang baca outdoor. Di dekat ruang baca outdoor terdapat tanaman obat hasil pelatihan ibu-ibu  dari membaca buku, sekaligus kegiatan pojok jamu yang menyediakan produk herbal hasil pelatihan kelompok jamu perpustakaan Balai Pintar. Di lokasi tersebut juga terdapat  space foto untuk memberi semangat pemustaka swa foto dengan setting hiasan karya ukir pengrajin setempat dengan membawa motto literasi.

Penilaian lomba Perpusdes tingkat nasional dilaksanakan secara daring. (Dispussip Gunungkidul)

Live streaming perpustakaan berikutnya menuju ruang karantina buku yaitu tempat penyimpanan dan pengelolaan pengembalian buku yang dipinjam sebelum dikembalikan lagi ke rak perpustakaan. Selain itu dewan juri juga dapat menyaksikan ruang UMKM hasil produk pelatihan yang diselenggarakan di perpustakaan Balai Pintar. Sebelum masuk ke ruang perpustkaan, melalui live streaming tersebut ditunjukkan pula suasana alam di sampinng perpustakaan Balai Pintar desa Pengkol yang asri dengan hamparan padang rumput yang luas, pepohonan yang rimbun, bukit-bukit hijau yang terlihat dari kejauhan. Selanjutnya dewan juri diajak menuju pojok jamu di sebelah kanan pintu masuk perpustakaan dan di sebelah kiri pintu masuk terdapat sepeda pintar yang siap membawa koleksi buku-buku ke padukuhan-padukuhan.

Di ruang dalam terdapat ruang-ruang baca dengan kelengkapannya meliputi rak dan buku-buku koleksi  perpustakaan, ruang anak terdapat buku koleksi anak dan APE. Ada pula ruang koleksi, ruang difabel dengan koleksi braile, ruang audio visual, ruang pengolahan buku, ruang IT dan ruang sirkulasi. Sambil meliat dari ruang ke ruang perpustakaan tersebut ditampilkan pula nuansa  warna warni  dan kelengkapan sarana prasarana penunjang yang menambah keindahan dan kenyamana ruang perpustakaan Balai Pintar.

Setelah sesi live streaming , pengelola perpustakaan desa Balai pintar, Dewi Ria Rahayu, SE menyampaikan presentasi visual perpustakaan Balai Pintar. Dalam presentasi tersebut pengelola perpustakaan menyampaikan paparan latar belakang pendirian, profil, kegiatan dan inovasi perpustakaan Balai Pintar. Dengan penuh semangat  dan percaya diri  Dewi Ria Rahayu menyampaikan beberapa informasi tentang perpustakaan Balai Pintar secara lengkap.

Sesi penilaian selanjutnya dilaksanakan wawancara dewan juri. Dewan juri yang terdiri dari Drs. Bambang Supriyo Utomo, M.Lib, Drs. T. Syamsul Bahri, M.Si., Dra. Trini Haryanti, dan Dra. Adriaty, menyampaikan pertanyaan tentang SDM pengelola perpustakaan di perpustakaan Balai Pintar, juga adanya inovasi Pojok Bappeda dengan koleksi E-Jurnal,  tentang anggaran perpusdes.

Ditanyakan pula sejauhmana kepuasan pengelola perpustakaan Balai Pintar melihat kemajuan yang telah dirasakan sampai saat ini. Dalam kesempatan wawancara, dewan juri juga memunculkan pula pertanyaan lain terkait dengan peran dan dukungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispussip) Kabupaten Gunungkidul dalam mendampingi Perpustakaan Balai Pintar.

Kepala Dispussiip Drs. Ali Ridlo, MM menyampaikan, bahwa terkait anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul yang terbatas, maka anggaran pengembangan perpustakaan di desa dimaksimalkkan dari APBDes desa masing-masing.

“Dari Dispussip dukungan anggaran berupa anggaran pelibatan masyarakat dan sekedar stimulan bagi pengelola perpustakaan yang sangat terbatas jumlahnya,” terang Ali Ridlo.

Menutup kegiatan visitasi dari siang hingga menjelang sore, Drs. Ali Ridlo, MM menyampaikan sambutan penutup dan ucapan terimakasih kepada dewan juri yang telah melaksanakan penilaian di Perpustakaan Balai Pintar.

“Semoga  Balai Piintar dapat memberikan yang terbaik bagi upaya pengembangan perpustakaan desa sebagai pusat kegiatan belajar masyarakat dalam mewujudkan misi perpustakaan  “literasi untuk kesejahteraan”,” tukas Ali Ridlo. (Adr)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar

Pos terkait