Peran Forum Anak Gunungkidul Isi Kegiatan Positif Bagi Remaja

oleh -
Jambore Anak, salah satu kegiatan FAGK. KH
iklan dispar
Jambore Anak, salah satu kegiatan FAGK. KH
Jambore Anak, salah satu kegiatan FAGK. KH

WONOSARI, (KH)— Forum Anak Gunungkidul (FAGK) terus melakukan upaya menyuarakan pemenuhan hak anak di seluruh wilayah Gunungkidul. Dengan dampingan SOS Childrens Village’s , FAGK yang dibentuk pada 2009 itu mempunyai visi menjadi wadah pembelajaran organisasi anak yang ramah, nyaman dan aman dalam mengembangkan minat bakat sesuai dengan bidang pemenuhan 4 hak dasar anak.

Hal ini mengingat masih banyaknya anak-anak di Gunungkidul belum mendapatkn pemenuhan hak anak secara maksimal, terlebih belakangan banyak kasus hukum yang melibatkan anak banyak muncul ke permukaan dengan berbagai isu.

“Supaya orang dewasa, masyarakat dan stakeholder paham mengenai hal ini, saat ini FAGK memiliki 25 pengurus, 8 pendamping kecamatan dengan keanggotaan tersebar di semua jenjang wilayah administrative,” kata Dede Apriyanto pendamping dari SOS Childrens Village’s.

Dirinya memaparkan, 4 hak dasar anak meliputi; hak hidup lebih layak, hak tumbuh dan berkembang, hak perlindungan dan hak berpartisipasi. Sambungnya, hak hidup layak mencakup hak atas kasih sayang orangtua, asi ekslusif, akte kelahiran dan lainnya.

Pendidikan yang layak, istirahat, makan makanan yang bergizi, tidur / istirahat, belajar, bermain, dan lain-lain merupakan hak anak yang termasuk ke dalam hak tumbuh dan berkembang, sedangkan hak perlindungan mencakup; perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga, dari pelecehan seksual, tindak kriminal, dari pekerjaan layaknya orang dewasa, dan lainnya. Setiap anak juga berhak untuk menyampaikan pendapat, punya suara dalam musyawarah keluarga, anak juga punya erkeluh kesah atau curhat, atau dalam memilih pendidkan sesuai minat dan bakat, dan lain sebagainya.

“Tahun 2016 sudah terbentuk 36 forum anak desa, 21 forum anak padukuhan dengan keanggotaan lebih dari 500 anak,” terangnya. FAGK juga sebagai media komunikasi anak, sarana pengembangan bakat dan minat anak, media kompetisi prestasi anak, dan media pembelajaran sosial anak.

Lanjut Dede, kegiatan tahunan yang dilaksanakan diantaranya musyawarah akbar seluruh forum anak desa, pemilihan duta anak Gunungkidul, Workshop Forum Anak, Hari Anak Nasional, Ramadhan Ceria, Jambore Anak Gunungkidul, Evaluasi Forum Anak se-kabupaten, sosialisasi dan pembentukan Forum Anak Kecamatan hingga Dusun.

Sementara itu, salah satu pengurus FAGK, Angger Prasetyo menambahkan, kegiatan inovasi yang didukung penuh oleh SOS Childrens Villages: KACAPLASTIK (kegiatan membaca, pelan, menghasikan dan futuristik) dengan motor library, MCL (Mobil Course Learning), Live In Penguatan Forum Anak Desa, serta Sanggar Kreatifitas Anak.

“Kendala yang dihadapi pengurus forum kabupaten belum maksimal untuk selalu terjun ke forum anak desa yang tersebar di berbagai wilayah di Gunungkidul, maklum wilayahnya cukup luas,” jelas Angger.

Sehingga dalam waktu dekat pembentukan dan penambahan pendamping (relawan) di kecamatan dan desa akan terus dilakukan. Melalui Relawan Pendamping Anak (RPA) diharapkan menjadi solusi dan memudahkan koordinasi antara pengurus kabupaten dan desa, sasaran yang akan dilibatkan utamanya karangtaruna desa setempat.

“Karena kami masih sekolah, hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk dapat selalu aktif di kegiatan tersebut, terkadang kami juga mendapat tekanan dari orang tua agar fokus dengan kegiatan sekolah,” tukasnya. (Kandar)

Komentar

Komentar