Penuhi Kebutuhan Warga, BPBD Gunungkidul Gencar Lakukan Dropping Air

oleh -1577 Dilihat
oleh
Air
Dropping air yang dilakukan BPBD Gunungkidul. (ist)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebagian masyarakat Gunungkidul makin kesulitan mememuhi kebutuhan air bersih. Baik untuk mandi, mencuci, hingga minum ternak.

Mereka yang kesulitan dalam hal memenuhi air bersih tinggal atau menghuni wilayah yang topografinya berbukit. Seperti diantaranya berada di gugusan pegunungan seribu.

Selain karena musim kemarau yang melanda, wilayah tinggalnya tak memungkinkan dijangkau pipa Perusahaan Daerah Air Miuum (PDAM) Gunungkidul.

Kesulitan air bersih seperti dialami warga Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul. Beberapa waktu terakhir mereka mengandalkan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Sebagian juga membeli air dari penjual air tangki swasta.

“Ada dua padukuhan yang masih kerap mengalami sulit air bersih saat kemarau. Seperti Padukuhan Sumber dan Legundi,” kata Lurah Planjan, Muryono Asih Sulistyo, Rabu (24/8/2022).

Selain karena berada pada musim kemarau, cadangan air bersih warga menipis karena kondisi geografis dua wilayah ini terbilang tinggi. Praktis tak bisa membuat sumur sebagai sumber air. Pun demikiam air bersih dari PDAM sulit dialirkan ke wilayah tersebut.

Muryono mengaku sudah berkoordinasi dengan PDAM dan BPBD untuk membangun jaringan pipa di wilayah itu. Dengan rekayasa teknologi diharapkan air PDAM mampu didistribusikan.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, setidaknya program dropping air dari BPBD telah menyalurkan 40 tangki selama sebulan terakhir. Air dikirim ke berbagai wilayah yang membutuhkan melalui permintaan.

“Sudah 4 kapanewon yang minta antara lain Rongkop, Panggang, Purwosari dan Saptosari,” ungkap dia. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar