Peningkatan Kapasitas SDM Dinas Pertanian demi Peningkatan Produksi Pertanian

oleh -
Bappeda gunungkidul
FDG peningkatan kapasitas petuoas POPT di Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul hasil kerjasama dengan BAPPEDA. (KH)
ucapan natal pemkab

WONOSARI, (KH),– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul terus berupaya mempertahankan status sebagai lumbung pangan bagi DIY. Beragam upaya ditempuh. Salah satu bentuk kegiatan teknis yang dilakukan yakni dengan peningkatan kapasitas SDM di lingkup Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) yang memiliki tugas di bidang pertanian.

Upaya peningkatan kapasitas SDM tersebut memperoleh dukungan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Gunungkidul. Wujud kegiatannya berupa Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Pengendalian Organisme Penggangu Tanaman (OPT) dan Penguatan Ekosistem Budidaya Tanaman Sehat sebagai Upaya Peningkatan Produksi Pertanian Mendukung Ketahanan Pangan.

Kepala Sub Bidang Penelitian, Pengembangan dan Pengendalian BAPPEDA Gunungkidul, Jalma Winarta Mulya, S.SP., mengutarakan, kebijakan strategis Pemkab Gunungkidul diantaranya mewujudkan ketahanan pangan bagi daerah. Banyak ragam usaha dalam rangka mewujudkan misi tersebut. Upaya pengendalian OPT menjadi salah satu strategi teknis untuk mewujudkannya.

Pada pelaksanaan FGD, Kamis (9/12/2021) di aula Dinas Pertanian dan Pangan (DPP), BAPPEDA mendatangkan dua nara sumber dari Fakultas Pertanian UGM yang membawakan materi berjudul “Mengelola Lahan Berskala Luas” dan “Pengertian tentang Penyakit Tumbuhan”.

“Meminimalisir dampak OPT menjadi bagian dari cara dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian. Sehingga tentu saja mendukung terciptanya ketahanan pangan, bahkan sebagai lumbung pangan,” kata Jalma.

Disampaikan, FGD yang digelar juga dalam rangka mengakomodir usulan masyarakat yang disampaikan melalui Tim Percepatan Pembangunan Daerah.

“Usulan atau permintaan masyarakat yang masuk mengenai penanganan serangan tikus dan kera ekor panjang pada lahan pertanian. Untuk itu diharapakan FGD akan dilanjutkan dengan tindakan oleh petugas POPT atas persoalan yang dihadapi masyarakat khususnya petani, baik yang terjadi saat ini maupun diwaktu mendatang,” harap Jalma.

Bappeda gunungkidul
FDG peningkatan kapasitas petuoas POPT di Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul hasil kerjasama dengan BAPPEDA. (KH)

Lebih jauh disampaikan, sebelumnya BAPPEDA juga melaksanakan kegiatan inovasi bernama Tiwul Gunungkidul. Tiwul Gunungkidul merupakan akronim dari Talking Inspiring With University from Gunungkidul. Dalam progran Tiwul Gunungkidul tersebut dihadirkan akademisi, unsur pemerintah dan swasta serta media untuk mengurai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kemasan dialog atau diskusi.

“Harapannya persoalan atau permasalahan yang ada di masyarakat ditemukan solusinya,” harap Jalma lagi.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul, drh. Retno Widyastuti menyebutkan,
FGD diikuti oleh Petugas POPT dan Mantri Tani di Gunungkidul.

“Kami menyampaikan terimakasih atas kerjasama program yang diinisiasi BAPPEDA. Setidaknya sudah tiga kali digelar dengan berbagai topik. Untuk kali ini, petugas bidang pertanian diharapkan tak lelah belajar serta menambah wawasan dan pengetahuannya dalam rangka mendampingi petani mengolah lahan,” kata Retno.

Bappeda gunungkidul
FDG peningkatan kapasitas petuoas POPT di Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul hasil kerjasama dengan BAPPEDA. (KH)

Sambung dia, ilmu yang didapat agar disebarluaskan kepada pihak yang yang terkait hingga sampai pada petani. Out put yang diharapkan tentu saja bertambahnya ilmu, mulai dari mendiagnosa hingg mengobati penyakit tanaman dengan obat yang pas.

“Dengan pengelolaan tanaman yang baik bebas gangguan atau penyakit, tentu berpotensi terdongkraknya hasil pertanian sehingga tak hanya sebatas menjadi daerah yang memiliki ketahanan pangan tetapi menjadi penopang pangan wilayah lain,” tukas Retno. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar