Serahkan Pupuk 8,5 ton, Sutrisna Wibawa Gagas Laboratorium Pertanian di Nglipar

oleh -
Sutrisna wibawa
Prof. Sutrisna Wibawa menyerahkan pupuk organik kepada perwakilan warga Klegung, Katongan, Nglipar. (KH/ Kandar)

GUNUNGKIDUL, (KH),– Sebagian besar masyarakat Gunungkidul bermata pencaharian sebagai petani. Guna meningkatkan kesejahteraannya, pembangunan dan inovasi sektor pertain layak jadi fokus utamanya. Demikian dikatakan Ketua Koperasi Jejaring Jasa Usaha Bersama, Prof. Sutrisna Wibawa saat menemui masyarakat Padukuhan Klegung, Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, Kamis (20/7/2023).

Dalam kesempatan tersebut dia memberikan bantuan pupuk organik sebanyak 8,5 ton. Ketertarikannya hadir dan menggagas program yang akan mengawinkan sektor pertanian dan wisata karena masyarakat setempat telah berani merintis destinasi wisata Pesona Lembah Oya.

“Kami mengapresiasi kreativitas dan inovasi agrowisata yang telah berjalan. Kedepan akan kami bantu kembangkan dua hal, yakni pertaniannya dan juga wisatanya,” kata Sutrisna.

Melalui wadah Koperasi Jejaring Jasa Usaha Bersama, Sutrisna dan kolega akan menjadikan kawasan destinasi Pesona Lembah Oya menjadi laboratorium pertanian lahan kering. Inovasi tersebut melengkapi usaha jasa wisata yang dikelola selama ini.

“Setelah berhasil nanti akan jadi contoh budidaya pertanian musim kemarau bagi kelompok tani yang ada di wilayah Gunungkidul yang lain,” terangnya.

Mantan Rektor UNY ini menyebut, pupuk menjadi salah satu kebutuhan pokok petani. Sayangnya hingga saat ini masih banyak keluhan yang muncul atas sulitnya mendapatkan pupuk.

“Skemanya, petani diawal menanam nanti diberi pupuk dan bibit, lalu hasil panennya kami salurkan. Masyarakat kemudian akan memperoleh hasil dari penjualan panenan setelah dikurangi pupuk dan bibit,” jelas Sutrisna.

Sutrisna wibawa
Prof. Sutrisna Wibawa berfoto bersama masyarakat. (KH/ Kandar)

Lebih jauh disampaikan, pertanian tersebut juga akan mendukung keberadaan destinasi wisata Pesona Lembah Oya. Diantaranya dalam hal suplai bahan aneka olahan pangan yang dijual kepada wisatawan.

“Selama ini laju dan pengembangan wisata lebih banyak tersentral di selatan. Maka kami mencoba mengembangkannya pula di sisi utara,” tutur Sutrisna.

Bersamaan dengan penyerahan pupuk, lelaki kelahiran Karangmojo, Gunungkidul ini juga melakukan penanaman pohon petai di kawasan Pesona Lembah Oya.

Perwakilan pengelola destinasi Pesona Lembah Oya, Suwarno, menyambut baik segenap dukungan dan bantuan pengembangan destinasi wisata yang ia kelola bersama masyarakat.

Suwarno bahkan menggagas, lahan pertanian yang berada di dekat kawasan destinasi akan dijadikan pula sebagai tempat edukasi pertanian dan kegiatan tanam menanam yang bisa diakses wisatawan. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:

Komentar

Komentar