Pemkab Gunungkidul Terus Perbaiki Temuan BPK

oleh -
iklan dispar

WONOSARI, kabarhandayani.– Pemkab Gunungkidul terus berupaya memperbaiki temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) agar mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Pemkab menargetkan, perbaikan rekomendasi dari BPK tahun 2013 akan selesai pada akhir September.
Asisten Sekda II, Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Supriyadi, Jumat (19/9/2014) mengatakan, temuan BPK terjadi hampir di seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Temuan tersebut paling banyak ditemukan pada bidang aset.
“Gunungkidul saat ini masih pada posisi Wajar Dengan Pengecualian (WDP), satu peringkat dibawah WTP. Pemkab terus berupaya keras memperbaiki administrasi, utamanya aset daerah sesuai dengan rekondasi BPK yang menyebabkan Gunungkidul belum memperoleh WTP,” kata Supriyadi.
Dikatakan, upaya perbaikan tertib administrasi dilakukan dengan mengandeng auditor dari Inspektorat Daerah. Tujuanya agar perbaikan yang dilakukan dapat sesuai dengan rekondasi yang diberikan oleh BPK.
Menurut Supriyadi, banyak temuan sepele yang direkondasikan oleh BPK, seperti rekening yang sudah tidak berfungsi, namun tidak dilakukan penutupan. Meski demikian, pihaknya tetap memprioritaskan bidang asset, karena banyak mendapat sorotan dari BPK.
“Kita optimis selesai, butuh kerja keras menelusuri dokumen yang menjadi masalah, harus tekun, temuan aset sejak 2013 dokumenya memang tidak tertata,” tambahnya.
Ia menjalaskan, setelah penelusuran dan perbaikan dokumen administrasi selesai dilakukan, akan dilanjutkan dengan laporan keuangan untuk tahun 2014. Pihaknya mengatakan laporan keuangan saat ini sudah diselesaiakan sekitar 70 persen.
Terpisah, Anggota DPRD Gunungkidul, Agus Joko Kriswanto berharap pemkab segera menyelesaiakn pendataan asset, supaya tidak berpengaruh terhadap penilaian BPK. Dia mengatakan pengelolaan aset yang belum optimal, salah satu di antaranya aset tetap dan pengadaan barang.

“Selain tujuan untuk mendapatkan predikat WTP, langkah ini juga untuk memperbaiki administrasi pemkab,” ujar Politisi Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut. (Juju/Tty).

Komentar

Komentar