Pemkab Gunungkidul Punya Aplikasi Android

oleh -
Tampilan aplikasi. Foto : Juju
iklan dispar
Tampilan aplikasi. Foto : Juju
Tampilan aplikasi. Foto : Juju

WONOSARI, (KH) — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menciptakan terobosan baru untuk memaksimalkan promosi wisata kepada turis domestik maupun manca negara. Upaya ini dilakukan dengan memunculkan aplikasi yang dapat dipasang di handphone.

Aplikasi yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan ini dibuat untuk mempermudah wisatawan mengetahui potensi Gunungkidul. Mulai dari destinasi wisata, budaya, kuliner dan keaneka ragaman kekayaan yang ada.

Penggagas aplikasi,Hadi Risma mengatakan, aplikasi yang diberi nama “Cakrawala Budaya Dhaksinarga” dapat didownload pada handphone berbasis android. Masyarakat yang ingin memilikinya dapat mendownload aplikasi ini di playstore pada android.

“Aplikasi sudah diresmikan Bupati Gunungkidul, Badingah pada 26 Mei 2015 lalu. Saat ini aplikasi tersebut sudah dapat digunakan,” kata Risma, Senin (1/6/2015).

Dijelaskannya, dengan memasang aplikasi di perangkat smartphone, masyarakat dapat mengetahui potensi wisata, budaya, kuliner yang ada di bumi Handayani. Penggunaan aplikasi ini cukup mudah dengan dua kategori pencarian yang telah didesain sedemikian rupa.

“Setelah terpasang di handphone, masyarakat bisa mencari informasi mengenai cagar budaya, seni dan adat istiadat, serta geoharitage,” jelasnya.

Pembuatan aplikasi ini, kata Rahma, merupakan hasil kerja sama antara Disbudpar, Dishubkominfo, dan Bappeda. Diharapkan aplikasi ini dapat mempermudah mengenalkan Gunungkidul ke daerah luar. “Jika mau download di playstore, ketik aja kata kuncinya Dhaksinarga,” terang Rahma.

Selain mempermudah menemukan berbagai potensi, pemilik smartphone juga bisa mencari kekayaan melalui daerah. Dia mencontohkan, Kecamatan Karangmojo memiliki kebudayaan cing-cing goling. Bahkan, detail mengenai letak dan apa saja budaya dan kuliner di Kecamatan itu dapat dicari dengan mudah.

“Informasi yang kita berikan dalam aplikasi ini memang sengaja kita buat tidak detail. Agar wisatawan penasaran dan mencari keberadaanya,” tambahnya.

Selain itu, aplikasi yang sudah memiliki 150-an objek ini memiliki sifat dinamis dan terus dilakukan update data. Bahkan masyarakat dapat memasukan potensi masing-masing daerah yang belum ada dalam aplikasi tersebut. Dengan foto dan diskripsi singkat, masyarakat dapat berperan serta ikut memanfaatkan aplikasi Dhaksinarga ini.

“Masyarakat dapat memasukan potensi daerah masing-masing, namun demikian apa yang dikirim masyarakat masih akan kita edit dan kita validasi kebenaranya terlebih dahulu,” katanya.

Selain sebagai mesin pencari potensi daerah, aplikasi Dhaksinarga juga dilengkapi dengan fiture sharing yang dilinkkan dengan media sosial facebook, twitter, maupun instagram. Aplikasi juga dilengkapi dengan fiture traking yang memudahkan wisatawan mencari keberadaan potensi wilayah dengan menggunakan bantuan google map.

“Masyrakat yang sudah memasang aplikasi ini juga akan mendapat notifikasi tentang agenda yang bakal digelar di Gunungkidul. Aplikasi ini memang masih terus kita sempurnakan,” ujarnya.

Rahma mengaku, setiap tahun aplikasi ini akan terus di up grade sehingga nantinya dapat dinikmati di seluruh dunia. Misalnya masalah bahasa, ke depan, dalam aplikasi akan dilengkapi dengan bilingual atau dua bahasa.”Aplikasi ini masih sedikit lambat untuk saat ini,” tegasnya.

Sementara salah seorang pengguna aplikasi, Hari, warga Karangmojo mengatakan, melalui aplikasi ini dirinya bisa mengenal potensi Gunungkidul. “Misalnya SD N 1 Ponjong itu ternyata sudah dibangun sejak 1 September 1921. Saya baru tahu dari aplikasi ini,” katanya. (Juju)

Komentar

Komentar