Pemilihan Ketua OSIS Seperti Pelaksanaan Pilpres

oleh -
iklan dispar
TANJUNGSARI,(KH).– Pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMAN 1 Tanjungsari berlangsung sangat demokratis. Proses pemilihan dilaksanakan dengan menggunakan bilik pemungutan suara layaknya Pemilu untuk memilih presiden atau anggota legislatif, Sabtu (1/11/2014).

Sebanyak 3 bilik pemungutan suara disediakan oleh panitia untuk menampung sejumlah 402 pemilih. Para siswa cukup antusias dalam memberikan suaranya. Mereka dipanggil satu per satu oleh panitia dan rela mengantri untuk menyukseskan pesta demokrasi di sekolahnya.

Nama komisi penyelenggara pemilihan ketua OSIS ini pun hampir mirip dengan komisi yang yang menyelenggarakan Pemilu di Indonesia. Panitia penyelanggara menamakan komisi mereka dengan nama KPO atau Komisi Pemilihan OSIS.

Waka Kesiswaan SMA 1 Tanjungsari, Supriyono SAg menuturkan, pemilihan ketua OSIS ini sepenuhnya dirancang oleh anak-anak didiknya yang tergabung dalam pengurus OSIS. Sedangkan, pihak kesiswaan hanya memberikan pengarahan serta fasilitas saja.

“Anak-anak cukup bagus dan kreatif dalam menjalankan program kerja OSIS kali ini. Mereka mengadopsi proses Pemilu yang telah mereka lihat di masyarakat, dan akhirnya mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Saya bangga pada mereka,” ucap Supriyono.

Selain itu Supriyono menambahkan, pembelajaran seperti ini sangat membantu dalam meningkatkan kualitas sistem demokrasi di Indonesia. Meski mereka belum semuanya memiliki hak pilih dalam Pemilu, tapi sejak dini mereka telah melakukan proses pembelajaran untuk menentukan pemimpin secara demokratis.

Pada pemilihan ketua OSiS di sekolah ini, calon ketua OSIS nomor urut 1 bernama Roni Dwi berhasil mengungguli 4 calon yang lain. Roni berhasil mengumpulkan sebanyak 244 suara atau 67% dari keseluruhan suara sah sebanyak 332 suara.

Sedangkan perolehan suara 4 calon yang lain diantaranya, Silvia Primatina dengan 25 suara, Anggara Ilham sebanyak 20 suara, Vegi setiawan memperoleh 31 suara, Lukman hanya memperoleh 12 suara. Sebanyak 23 suara dinyatakan tidak sah dan 37 siswa tidak bisa memberikan hak suara karena ada berbagai kegiatan di luar sekolah. (Maryanto/Bara).

Komentar

Komentar