Pemerintah DIY Kaji Pembangunan SPAM Regional Wilayah Barat Gunungkidul

oleh -
ilustrasi (Sumber: internet)

WONOSARI, (KH),– Ketersediaan beberapa sumber air yang mempunyai debit cukup besar di wilayah Gunungkidul sebelah barat, menarik perhatian Pemerintah DIY untuk mengkaji rencana pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional. Sumber sumber air ini terletak di wilayah Kalurahan Banyusoca, Kapanewon Playen.

Bahkan nanti sumber air tersebut, jika dikelola diharapkan mampu memasok air tidak hanya untuk Gunungkidul namun juga untuk Kabupaten tetangga, terutama Kabupaten Bantul wilayah timur.

Wacana ini diungkapkan oleh Nurudin Araniri, Kepala bidang Fisik dan Prasarana, BAPPEDA Gunungkidul. Nurudin mengatakan  rencana SPAM regional tersebut sebenarnya sudah sejak beberapa waktu silam digagas oleh pemerintah DIY.

“Wilayah Kalurahan Banyusoca dipilih karena sumber air baku kawasan ini banyak dan letaknya juga sangat strategis,” ujarnya, Rabu (17/3/2021) kemarin.

Nurudin menjelaskan, bahwa program Pemerintah DIY,  sebenarnya sudah dimulai tahun 2020 lalu, rencana ini sudah masuk tahapan penyusunan DED.

“Di tahun 2021 ini direncanakan pengadaan tanah, tapi kami belum mendapatkan informasi lanjutan,” lanjut Nurudin Araniri.

Lebih lanjut Nurudin menjelaskan, bahwa sebelum dilakukan pembebasan lahan, dari Balai Besar Wilayah Serayu Opak akan melakukan kajian lapangan lebih jauh untuk memastikan kembali konsep pembangunan SPAM. Hal yang paling penting yakni mengkaji  ketersediaan atau debit air dari sumber sumber air yang ada di wilayah Banyusoca.

“Ada beberapa sumber air yang cukup besar di sana, salah satunya berada di dalam sebuah Gua, dan sebuah sumber air yang keluar tepat di sisi Sungai Oya,” ungkapnya.

Nurudin menjelaskan, jika nanti survey dan kajian lapangan dari Balai Besar ternyata menyatakan bahwa sumber air tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan SPAM Regional, maka akan dibuat skema lain yang paling  yang tepat.

“Kalau debitnya tidak cukup, skema lain nanti akan dibendung atau bisa nanti akan diambilkan air dari sumber sungai,” sambung dia.

Rencana selanjutnya  air akan disalurkan melalaui pipa-pipa penyalur yang tersambung ke beberapa wilayah mulai dari Gunungkidul meliputi Panggang, Purwosari, Paliyan, Playen dan beberapa kawasan lain.

“Untuk lintas Kabupaten Bantul seperti Imogiri, Dlingo, dan Piyungan, serta Kabupaten Sleman di kawasan perbatasan Bokoharjo dan Prambanan,” imbuhnya.

Untuk penyaluran air di wilayah luar Gunungkidul, Nurudin menyatakan bahwa nanti secara teknis ada teknologi tersendiri yang akan digunakan. Kemudian pengelolaannya akan dilakukan oleh pemerintah dengan pembelian dengan tarif yang ditentukan.

Permasalah kekurangan air bersih di wilayah Gunungkidul yang dihadapi hampir di-setiap musim kemarau, memang menjadi permasalah rutin. Dengan program ini diharapkan bisa menanggulangi permasalahan kekeringan dan kurangnya pasokan air bersih.

“Jika di zona barat nanti bisa memiliki SPAM Regional ini, maka di zona timur pemerintah bisa mengoptimalkan sumber air dari Seropan,” pungkas Nurudin. [Edi Padmo]

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar