Pemberdayaan Koperasi dan Pendidikan Masyarakat Guna Tanggulangi Rentenir

oleh -
Kantor Koperasi simpan pinjam. Foto : Kandar
iklan dispar
Kantor Koperasi simpan pinjam. Foto : Kandar
Kantor Koperasi simpan pinjam. Foto : Kandar

PANGGANG, (KH) — Masalah ekonomi keluarga sangat sering dijumpai. Kesulitan biaya untuk kebutuhan yang mendesak, telah membuat beberapa warga terpaksa memanfaatkan jasa rentenir untuk mendapatkan bantuan pinjaman. Alih-alih mendapatkan solusi, pengguna jasa rentenir justru akan semakin tercekik.

Hal semacam itu menjadi keprihatinan sejumlah pihak terkait, seperti yang diungkapkan Manajer Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Mendasar Kecamatan Panggang, Sukahno, sebenarnya keberadaan koperasi dapat menjadi salah satu upaya solusi menanggulangi hal tersebut.

Lembaga yang berprinsip dari, oleh, dan untuk anggota tersebut, terdapat beragam layanan kepada masyarakat terutama yang telah masuk menjadi anggota. Sesuai dengan salah satu visinya, yaitu mensejahterakan anggota.

“Kalau mendengar ada masyarakat yang menjual rumah untuk membayar hutang kepada rentenir, cukup memprihatinkan. Pada beberapa kesempatan kami selalu tekankan kepada anggota dan masyarakat untuk bergabung atau memanfaatkan keberadaan koperasi,” ujarnya, Senin, (27/4/2015).

Seperti halnya koperasi yang dipimpimnya, pemberian bantuan pembiayaan tidak sebatas memberikan pinjaman uang saja. Namun, disertai pendampingan kelangsungan usaha, jika tujuan permintaan pinjaman untuk suatu wirausaha.

“Apabila di luar anggota berminat mengajukan pinjaman; dan jika hanya untuk sekedar hal-hal konsumtif, maka ada seleksi survei dan proses lainnya yang detail. Itupun jumlahnya kita batasi,” jelasnya.

Apabila masih ada masyarakat yang terpaksa menggunakan jasa rentenir, dirinya berspekulasi; perlu dilihat lebih dalam bagaimana managemen perekonomian rumah tangganya. Dalam batas kewajaran kemampuan atau tidak; atau, bisa dimungkinkan karena tertutupnya peluang mendapatkan jasa di lembaga keuangan lain yang lebih kredibel, karena disebabkan berbagai hal.

Ketika ditemui, Kepala Seksi Kelembagaan Diperindagkop Gunungkidul, Ratna Madyaningtyas menyampaikan pendapat terkait masih adanya rentenir di sejumlah wilayah; selain upaya mendorong masyarakat untuk masuk menjadi anggota koperasi, pemberdayaan dan penguatan kelembagan koperasi yang ada terus dilakukan.

Pendidikan kepada masyarakat sangat penting, agar tidak cenderung konsumtif saja. Menurutnya, kebutuhan yang sifatnya mendadak dapat diantisipasi, jika masyarakat ada upaya untuk berdaya. Arah pengembangan koperasi tidak sebatas pada simpan pinjam saja, melainkan menjadi koperasi produktif, mendirikan dan mendampingi kelompok-kelompok usaha yang membantu anggotannya.

“Koperasi bisa menjadi salah satu upaya solusi. Sebenarnya kembali juga kepada masyarakat. Bersedia menerima masukan bagaimana agar lebih bijak mengatur perekonomiannya,” Ratna menutup pembicaraan. (Kandar)

Komentar

Komentar