Pasukan Pengibar Bendera Siswa SMP Tidak Masalah

oleh -
iklan dispar

PALIYAN, kabarhandayani.– Dalam rangka upacara memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-69 Kecamatan Paliyan mengadakan upacara hari kemerdekaan di lapangan Tahunan, Paliyan.
Upacara tersebut dihadiri oleh pegawai instansi pemerintahan serta sekolah se-Kecamatan Paliyan, Muspika dan sejumlah tokoh agama yang berada di Kecamatan Paliyan. Adapun perbedaan diantara kecamatan yang lainnya bahwasanya di Kecamatan Paliyan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) diisi oleh sejumlah siswa SMP se- Kecamatan Paliyan.
Hartoko Ketua Panitia mengatakan bahwa upacara pada tahun ini berjalan dengan tepat waktu sesuai dengan detik-detik Proklamasi.
Hartoko menambahkan, peserta yang datang tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Kali ini, kami selaku panitia juga mengundang kelompok tani dan ibu-ibu kader PKK dari seluruh Kecamatan Paliyan. Selain pujian pada rapinya barisan Paskibra saat detik-detik Proklamasi, acara kian menarik karena saat upacara selesai para tamu undangan dan masyarakat umum dihibur oleh drama kolosal dari Desa Karang Duwet,” terang Hartoko.
Marwatahadi Camat Paliyan yang sekaligus menjabat sebagai Dewan Pembina Paskibra Kecamatan Paliyan mengungkapkan untuk kegiatan pokok Paskibra adalah persiapan upacara Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 69 sebagai puncak acara. “Adapun beberapa kendala atau kekurangan dalam hal Pasukan Pengibar Bendera karena di Kecamatan Paliyan merupakan satu-satunya Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul yang belum memiliki Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA), oleh karena itu seluruh pasukan pengibar bendera diambil dari beberapa siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kecamatan Paliyan,” ungkapnya.
Lebih lanjut Marwata menjelaskan kaitannya dengan Paskibra, Kecamatan Paliyan harus melakukan seleksi di seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Paliyan. Hal ini dilakukan agar baik dari segi postur dan mental pasukan mendukung. “Karena sebagian siswa SMP hanya ada beberapa siswa yang memiliki postur ideal maka dari seleksi dilakukan di 6 SMP yang berada di Kecamatan Paliyan,” paparnya.
Kepada KH, Marwata menjelaskan untuk Paskibra porsi latihan yang di berikan juga sudah disesuaikan, mengingat usia dan fisik mereka masih siswa SMP. Namun secara materi dan segi latihan baris berbaris tetap sama, karena Paskibra tidak hanya dilatih dalam hal fisik namun mental juga harus disiapkan.
Marwata sangat terkesan dengan penampilan Paskibra Kecamatan Paliyan karena pada detik-detik Proklamasi, mereka mampu mengembankan tugas dengan baik. “Ini menjadi sesuatu yang sangat berkesan karena mereka mampu membuktikan di balik kekurangan menjadi sebuah kelebihan,” pungkasnya. (Atmaja/Hfs)

Komentar

Komentar