Paskhas TNI AU Gelar Terjun Payung di Lanud Gading

oleh -
Penerjunan penyegaran Paskhas TNI AU di Lanud Gading. Foto: Atmaja.
iklan dispar
Penerjunan penyegaran Paskhas TNI AU di Lanud Gading. Foto: Atmaja.
Penerjunan penyegaran Paskhas TNI AU di Lanud Gading. Foto: Atmaja.

PLAYEN, (KH) — Dalam rangka penyegaran dan pelatihan ketrampilan terjun payung, sebanyak 125 anggota Detasemen Pertahanan Udara Paskhas 474 TNI AU mengadakan terjun payung penyegaran (Jungar) di Lanud Gading, Playen, Senin (16/02/2015).

Penerjunan pertama dilakukan dengan terjun statik yang diikuti 66 penerjun dalam tiga kali penerjunan. Jumalah sekali penerjunan sebanyak 22 personil. Penerjunan stastik kelompok ke 4 dilakukan untuk 26 penerjun. Gelar terjun payung kemudian dilanjutkan terjun free fall mulai pukul 09.00 WIB yang dilakukan sebanyak 33 personil. Penerjunan free-fall pertama sebanyak 18 penerjun, disusul oleh 15 penerjun anggota Wara (Wanita Angkatan Udara).

Ketua Tim Penerjunan, Mayor Paskhas Dili Setiawan mengatakan, penyegaran terjun payung ini bertujuan untuk menjaga ketrampilan dan kesiapan para penerjun Detasemen Pertahanan Udara Paskhas 474. Ia menambagkan, kegiatan Jungar dilaksanakan rutin setiap tahun untuk menjaga kesiapan anggota jika sewaktu-waktu ditugaskan.

“Kegiatan Jungar akan dilakukan selama dua hari ke depan, Senin (16/2) dan Selasa (17/2). Menurut prediksi cuaca, kondisi hembusan angin cukup baik untuk dua hari tersebut,” kata¬† Dili.

Ia menjelaskan, persiapan yang dilakukan hampir sepekan. Hal ini dilakukan mengingat cuaca buruk di Gunungkidul beberapa hari belakangan. Dalam kegiatan tersebut semua penerjun mampu mendarat dengan selamat dan tidak ada kendala saat melakukan penerjunan.

Kabupaten Gunungkidul selalu dijadikan tempat latihan dan penyegaran terjun payung setiap tahunnya. “Keberadaan Lanud TNI AU Gading Playen sangat membantu untuk melakukan latihan terjun payung,” imbuh Dili Setiawan.

Sementara itu, Perwira Seksi Operasi, Kapten Paskhas Agung Setyo mengatakan, agar kesiapsiagaan tetap terjaga maka perlu dilakukan pelatihan. Dengan adanya pelatihan tersebut diharapkan menjadi sebuah pelatihan yang berguna bagi anggota Detasemen Pertahanan Udara Paskhas 474.

“Prajurit yang mengikuti kegiatan tersebut agar selalu siap siaga dan mempunyai keterampilan sebagai seorang penerjun yang siap menjalankan tugas,” tandasnya. (Atmaja).

Komentar

Komentar