Pasien RSUD yang Kabur dan Meninggal di Selokan Terekam CCTV Naik Lantai 2 IGD

oleh -
Rsud wonosari
Pasien RSUD Wonosari yang kabur lantas meninggal dunia dievakuasi. (Istimewa)

WONOSARI, (KH),– Ditemukannya mayat Agus Sumarno warga Dusun Getas, Kalurahan Getas, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul di selokan depan RSUD Wonosari sempat menggegerkan warga dan pedagang sekitar.

Direktur RSUD Wonosari, dr. Heru Sulistyowati Sabtu (3/7/2021) petang membeberkan riwayat masuknya korban kelahiran 1981 tersebut ke IGD.

Diterangkan, pasien tersebut mulanya sudah menjalani isolasi mandiri berdasar hasil rapid antigen dari RS Nur Rohmah Palyen. Yang bersangkutan dinyatakan positif dan mengalami gejala.

“Hari Jumat (02/7/2021) pukul 16.58 WIB pasien datang sendiri ke IGD RSUD Wonosari dengan gejala klinis COVID-19. Yang bersangkutan mengeluh sesak nafas. Petugas medis sudah melakukan rongent dan hasilnya mendukung ke COVID-19. Petugas juga sudah melakukan tindakan dan terapi seperlunya,” terang dr. Heru.

Saat ditangani, pasien menurut dengan semua tindakan yang dilakukan oleh petugas medis. Pasien sama sekali tidak menolak. Sementara waktu pasien dirawat di ruang isolasi COVID-19 di IGD. Sebab, saat itu bangsal isolasi masih penuh.

dr. Heru mengungkapkan, saat itu pelayanan di IGD cukup sibuk. Ada 8 pasien terkonfirmasi positif COVOD-19 dan 7 pasien suspek serta ada pasien ibu bersalin.

“Pada pukul 01.00 WIB perawat masih melakukan tindakan ke pasien, waktu itu tidak ada yang dirasa aneh,” lanjut dr Heru.

Sambung dia, sekitar pukul 01.30-02.00 WIB perawat melakukan tindakan ke pasien COVID-19 yang tempat tidurnya berada di sebelah korban karena kondisi kritis.

Sekilas Agus saat itu terlihat tidur. Kemudian pada pukul 06.00 WIB, petugas akan memberikan obat kepada korban. Namun, korban tidak berada di tempat tidurnya. Infus masih menggantung di tiang infus. Sementara urine bag tergeletak di lantai. Barang-barang pasien juga masih berada di sekitar tempat tidur.

“Petugas tanya ke pasien di sebelahnya tidak ada yang tahu. Kemudian dicari ke semua ruang IGD juga tidak ditemukan. Kemudian petugas menelepon keluarga bahwa pasien melarikan diri.

“Kami cek di CCTV, sekitar pukul 02.00 WIB lebih, gerak gerik pasien terlihat di pintu ruang isolasi. Karena ada petugas, pasien masuk lagi,” imbuh dr Heru.

Kemudian pada pukul 03.30 WIB di IGD ada pasien baru yang masuk. Kemudian petugas melakukan penanganan terhadap pasien yang baru tiba tersebut.

Dari CCTV, dr Heru mengungkapkan, pukul 02.54 WIB pasien terlihat keluar dari ruang isolasi. Yang bersangkutan tidak membawa serta infus. Korban nampak naik ke tangga IGD menuju lantai 2. Lantas setelah itu dari CCTV tidak terlihat lagi aktivitas pasien.

“Ada kemungkinan dia turun lewat dinding sebelah barat daya IGD. Lewat tempat IPAL, terus lompat pagar RSUD dan kemungkinan jatuh ke selokan yang dalam,” tutur dr. Heru.

dr. Heru juga menegaskan, saat pasien masuk petugas medis juga melakukan rapid antigen dan menuniukkan bahwa pasien positif COVID-19.

Sebelumnya, Kapolsek Wonosari, Kompol Mugiman menjelaksan, dari hasil pemeriksaan satuan Inafis Polres Gunungkidu, pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (Kandar)

Berbagi artikel melalui:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Komentar

Komentar