Panen Kedelai Warga Bandung Melimpah

oleh -
kadhung tresno

PLAYEN, kabarhandayani.–Musim panen kedelai sudah tiba, para petani pantas tersenyum gembira. Pasalnya, hasil panen kedelai kali ini diperkirakan lebih bagus dari pada musim panen yang lalu. 

Kardiyo (59), petani dari Padukuhan Nogosari 1, Desa Bandung, Kecamatan Playen, Gunungkidul  penggarap tanah yang terletak di Padukuhan Nogosari 3 menjelaskan, dari 25 kg benih kedelai yang ia tanam diperkirakan hasilnya mencapai 1 kwintal lebih di atas ladang seluas 1 hektar. 

“Kalau dilihat memang lebih bagus musim kali ini, musim lalu blas gak panen, menanam 25 kg dapatnya juga cuma 25 kg,” jelasnya. 

Kardiyo menjelaskan, hasil panen yang buruk musim lalu disebabkan karena banyaknya curah hujan sehingga membuat akar kedelai membusuk. Selain itu, serangan hama dan pemberian pupuk yang kurang menjadi penyebab lain untuk gagalnya panen. 

Kardiyo menjelaskan, bersamaan dengan datangnya musim kemarau, ada beberapa tanaman kedelai yang mengering namun mayoritas tanaman kedelai yang ia tanam adalah kering tua, bukan kering karena kekurangan air. 

Kardiyo memaparkan, tanaman kedelai yang bagus adalah kedelai yang pohonnya tinggi dan buahnya banyak. Namun, musim panen kedelai dalam waktu bersamaan dan hasil yang bagus menyebabkan turunnya harga kedelai dari Rp 10.000,00 per kilo menjadi Rp 7.000 per kilo. 

“Biasanya kalau musim panen seperti ini harga jual kedelai gebukan (sudah dikeluarkan dari kulitnya) menjadi menurun. Tetapi ya tidak apa-apa karena yang panen juga banyak, yang penting hasilnya cukup bagus,” ujarnya. (Mutiya/Hfs)

Komentar

Komentar