Panen Air Dengan Dam Parit Mampu Dimanfaatkan Hingga Musim Tanam Ke 3

oleh -
Pengecekan dam parit oleh DPP Gunungkidul. (ist)
iklan dispar

SEMIN, (KH),– Dampak Perubahan Iklim (DPI) sangat terasa di Gunungkidul sejak 2018 hingga 2019. Pada musim tanam tahun 2019 musim kemarau tanpa air hujan mencapai 7 bulan. Kondisi kering tersebut berdampak pada usaha tani bahkan hampir 2700 ha tanaman padi mengalami puso di musim tanam kedua.

Berbagai upaya diusahakan oleh para petani di Gunungkidul untuk mencukupi kebutuhan air bagi lahan pertaniannya. Berkaca dari pengalaman musim 2019 Poktan Ngudi Mulyo Garotan, Semin berusaha mengatasi dengan mengajukan usulan pembangunan dam parit Garotan kepada Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul.

Usulan tersebut disetujui oleh DPP. “Pembangunan dam parit dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani, dan dilaksanakan mulai Juli 2019. Peresmian dam parit dilakukan oleh Kepala DPP Ir Bambang Wisnu Broto dihadiri Komisi B DPRD Gunungkidul dan BPTP DIY pada tanggal 18 Oktober 2019,” kata tokoh petani asal Garotan, Sakino (53), Selasa,(18/2/2020).

Diungkapkan, Dam parit yang dibangun mampu memanen air cukup banyak. Kapasitasnya mencapai 9000 meter kubik.

Petani lain asal Garotan, Yasri (35) cukup bersemangat dalam bertani dengan adanya dam parit/embung  Garotan itu. Ia berharap pada musim kedua nanti dapat menanam jagung. Lantas dialnjutkan menanam melon di musim ketiga.

Adapun dalam waktu dekat ini setidaknya ada sekitar 37 hektar lahan jagung yang siap panen di akhir Febuari. Rinciannya, seluas 10 hektar merupakan jagung hibrida bantuan pemerintah dan sisanya swadaya masyarakat.

Kepala DPP, Ir. Bambang Wisnu Broto berharap dam parit Garotan Bendung Semin betul-betul dimanfaatkan keberadaannya sehingga bermanfaat untuk usaha pertanian.

“Jangan sampai air yang sudah dapat dipanen tidak dimanfaatkan atau terbuang saja,” pesan dia.

Dirinya meminta dengan tersedianya air, petani agar selektif memilih komoditas yang bernilai ekonomi untuk ditanam. Menurut perhitungan, panen air hujan di bendung Garotan bisa dimanfaatkan untuk pertanaman musim kedua bahkan hingga musim ketiga dengan pertimbangan memilih jenis tanaman yang tepat atau dengan kata lain membutuhkan umur pendek hingga pemanenan. (Kandar)

Komentar

Komentar