Pakan Fermentasi Mampu Hemat 3 Kali Lipat Saat Musim Kemarau

oleh -
Pembuatan pakan fermentasi sebagai optimalisasi melimpahnya jerami paska panen. KH/ Kandar
iklan dispar
Pembuatan pakan fermentasi sebagai optimalisasi melimpahnya jerami paska panen. KH/ Kandar
Pembuatan pakan fermentasi sebagai optimalisasi melimpahnya jerami paska panen. KH/ Kandar

WONOSARI, (KH)— Masyarakat Gunungkidul pemelihara ternak sapi dan kambing dipastikan kesulitan dalam pemenuhan hijauan pakan ternaknya saat musim kemarau. Rumput gajah yang dimiliki pada tiap ladang habis karena tidak adanya hujan.

Sehingga terkadang kenyataan masyarakat harus menekan belanja kebutuhan lain guna mencukupi kebutuhan pakan ternak terjadi, bahkan muncul ungkapan jual ternak buat pakan ternak juga ada. Ton Martono, praktisi pembuat paka ternak fermentasi menyebutkan, hal ini sangat mungkin dialami pada daerah-daerah kering di Gunungkidul.

Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk mempersiapkan bahan-bahan dan memulai membuat pakan ternak yang dinilai murah dan banyak mengandung protein ini. “Jangan sampai kehilangan barang berharga untuk pakan ternak, apalagi ternak sendiri malah berkurang,” ujarnya.

Meski secara umum sulit, beberapa wilayah ini berpotensi lebih cepat kesulitan hijauan pakan saat kemarau, yakni Tepus, Panggang, Tanjungsari, Rongkop, Saptosari dan lainnya. Tandon jerami perlu dirawat dengan benar agar dapat dijadikan pakan fermentasi yang baik.

Penyimpanan yang baik dibuat atau menggunakan rak kayu agar tetap kering dan terhindar dari jamur. Beberapa campuran sampah atau daun kering yang lain dapat ditambahkan, misalnya kulit kacang, batang rumput gajah dan dedaunan yang lain.

“Sangat menghemat, kita mesti bijak memanfaatkan jerami yang melimpoah pasca panen. Hitungan saya dengan membuat pakan fermentasi dibanding yang tidak membuat, penghematan kira-kira ada 1:3,” ungkapnya.

Pembuatan pakan fermentasi ini sebagai alternatif solusi kemandirian pakan saat musim kemarau, karena ketergantungan peternak terhadap pasokan pakan dari luar Gunungkidul sangat tinggi.

“Jangan sampai punya kambing 5 menjadi 3 karena kesulitan pakan saat kemarau. Apalagi menjelang Hari Raya Kurban harga ternak naik, maka harus dipertahankan,” Kata Martono lagi. (Kandar)

Komentar

Komentar