Pagelaran Wayang Sodo Sebagai Media Dakwah

oleh -
kadhung tresno
WONOSARI, Kabarhandayani.– Pagelaran Wayang Sodo digelar di Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Ar Rafiu yang terletak di Padukuhan Tegalrejo, Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Gunungkidul pada Minggu (18/5/2014).
 
Sri Sugianti selaku ketua Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Ar Rafiu menjelaskan, pagelaran Wayang yang terbuat dari sodo atau lidi ini diadakan dalam rangka pengajian rutin setiap bulan yang jatuh pada Ahad Pahing dengan menghadirkan Dalang Marsono Hadi Wardoyo dari Karangmojo. Pengajian dan pagelaran ini disaksikan oleh seluruh santri yang berjumlah 22 santri dan dihadiri oleh masyarakat sekitar pondok pesantren.
 
Sri menjelaskan, pagelaran Wayang Sodo ini juga dimaksudkan untuk menanamkan kepada para santri dan warga sekitar agar turut melestarikan budaya. Anak-anak pun diajari membuat Wayang Sodo setiap Minggu sore di pondok pesantren ini yang pengajarnya adalah Dalang Marsono
 
“Wayang kan juga bisa dijadikan media dakwah. Selain itu, mengajari membuat Wayang Sodo juga memberi bekal kepada anak-anak ketika sudah tidak di pondok ini”, jelasnya. 
 
Dalang Marsono menjelaskan, pagelaran yang ia tampilkan berjudul Cengkir Njaluk Rabi dengan 6 pengiring musik berupa rebana dan 5 penyanyi yang menyanyikan lagu islami serta sholawat. Lakon ini dimaksudkan untuk memberikan pesan kepada santri dan warga sekitar untuk tidak menikah ketika belum cukup umur.
 
“Di Gunungkidul ini masih banyak anak di bawah umur antara usia 15 hingga 20 tahun yang sudah menikah muda padahal belum mapan secara ekonomi dan belum siap bereproduksi. Sehingga melalui Wayang Sodosaya menyampaikan pesan tersebut agar menikah ketika sudah siap lahir dan batin,” jelasnya. (Mutiya)

Komentar

Komentar